Kenapa Suhu Lebih Panas di Daerah Garis Khatulistiwa? Ini Dia Penjelasannya!

Garis khatulistiwa merupakan bentangan garis imajinasi yang membagi bumi menjadi dua belahan yang memiliki dua kutub yaitu kutub utara dan selatan. Panjangnya sekitar 40.070 km dan melintasi wilayah 13 negara, serta memiliki komposisi 78,7% perairan dan 21,3% daratan.

Tiga belas negara tersebut adalah Sao Tome dan Pricipe, Gabon, Republik Kongo, Republik Demokratif Kongo, Uganda, Kenya, Somalia, Maladewa, Indonesia, Kiribati, Ekuador, Kolombia, dan Brasil yang membentang dari garis bujur 0 derajat ke arah timur. Ciri khas wilayah khatulistiwa adalah suhunya lebih panas dibandingkan lainnya.

Penyebab Daerah Garis Khatulistiwa Bersuhu Panas

garis khatulistiwa
Oleh: id.pinterest.com

Tak sedikit orang bertanya-tanya, mengapa daerah di garis khatulistiwa bersuhu lebih panas? Ternyata, penyebabnya karena matahari terus berada di atas kepala dengan durasi 12 jam sepanjang tahun. Bahkan, setiap tanggal 21 Maret dan 23 September, matahari tepat di garis lintang ekuator nol derajat ini. Peristiwa tersebut dikenal dengan istilah ekuinoks atau kulminasi (malam yang sama panjang). Saat siang hari suhunya sekitar 30 derajat celcius dan malam hari 23 dejarat celcius.

Proses ekuinoks pada bulan Maret menuju September dikenal sebagai tropic of cancer atau garis balik utara yaitu ketika bagian utara bumi mendekati matahari sehingga posisi panas tepat berada di atas kepala. Sementara, proses ekuinoks pada September ke Maret dinamakan tropic of capricorn atau garis balik selatan, yakni bagian selatan bumi menuju matahari.

Fenomena paling menarik saat terjadi ekuinoks adalah bayangan benda-benda di permukaan bumi menghilang. Apabila datang ke Tugu Khatulistiwa di Pontianak, kalian akan menyaksikan bayangan tugu serta benda-benda disekitarnya tidak ada dalam waktu beberapa detik. Di Pontianak, fenomena ini menjadi acara tahunan untuk menarik para wisatawan.

Kondisi seperti itu membuat negara-negara tersebut beriklim tropis dan memiliki dua musim, yakni musim hujan dan kemarau. Sementara negara yang jauh dari garis ini memiliki empat musim, kecuali kutub utara dan selatan.

Kelebihan Daerah  yang Dilintasi Garis Khatulistiwa

garis khatulistiwa
Image by Free-Photos from Pixabay

Tak hanya dilanda oleh suhu panas, ada banyak kelebihan ketika sebuah daerah berada di lintasan garis khatulistiwa. Di antaranya curah hujan cukup tinggi, yakni 98 sampai 138 inci per tahun. Hitungannya, dalam setahun terdapat 200 hari yang diisi musim hujan. Alhasil, kondisi tanahnya subur dan memiliki hutan hujan tropis atau rainforest. Tak heran jika lagu lawas pernah menyebut tongkat, kayu, dan batu pun bisa tumbuh jadi tanaman di Indonesia.

Kelebihan lainnya adalah memiliki keragaman hayati sangat melimpah. Berdasarkan data Departemen Kehutanan dan Perkebunan, jumlah hewan mencapai 2.215 spesies dan tumbuhannya sebanyak 8.000 spesies yang telah teridentifikasi.

Tugu Khatulistiwa di Indonesia

garis khatulistiwa
Oleh: https://backpackerjakarta.com/

Indonesia merupakan negara dengan titik paling banyak dilewati garis khatulistiwa. Di antaranya, Kota Bonjol, Kota Pontianak, Kepulauan Batu, Pulau Sumatera, Pulau Lingga, Pulau Kalimantan, Kepulauan Kayoa, dan Pulau Halmahera. Salah satu yang cukup terkenal adalah Kota Pontianak sebab di sana dibangun Tugu Khatulistiwa atau biasa disebut Equator Monument.

Pada tahun 1928, seorang ahli geografi berkebangsaan Belanda mendirikan tonggak dengan anak panah sebagai tanda titik garis khatulistiwa. Selanjutnya, direnovasi beberapa kali, yakni penambahan lingkaran pada  tahun 1930, disempurnakan oleh Opzichter tahun 1938 dan terakhir tahun 1990 dibangun kubah untuk melindungi tugu asli sekaligus pembangunan tugu duplikat berukuran lima kali lebih besar. Sampai sekarang, tugu ini menjadi ikon dan objek wisata paling menarik di Pontianak.

Tugu Khatulistiwa terdiri dari empat tonggak kayu belia. Dua tonggak depan setinggi 3,05 meter dan tonggak belakang (tempat lingkaran sekaligus anak panah penunjuk arah) setinggi 4,40 meter. Setiap tonggak berdiameter sama, yakni 0,30 diameter.

Selanjutnya, pada bagian tengah lingkaran tertulis evenaar (khatulistiwa dalam bahasa Belanda) sepanjang 2,11 meter. Sementara penunjuk arahnya sepanjang 2,15 meter dengan bagian bawah terdapat plat bertuliskan 109°20’ OlvGr.

Selain Indonesia, Ekuador juga membangun tugu serupa. Di sana Tugu Khatulistiwa disebut dengan Mitad del Mundo.

Nah, itulah alasan daerah khatulistiwa lebih panas serta informasi lain seputar garis khayal atau imajiner ini. Cukup menarik, bukan? Semoga bermanfaat untuk menambah pengetahuan soal geografi, ya. 

Leave a Reply