Seperti Apa, Sih, Kesenian Tari Kipas dari Gowa? Yuk, Cari Tahu!

Di Indonesia terdapat banyak keberagaman, mulai dari budaya, kesenian, kepercayaan, suku, adat, dan lain sebagainya. Di antara banyaknya kekayaan budaya dan kesenian Indonesia, seni tari khas Indonesia merupakan hal yang harus selalu dijaga dan dilestarikan. Banyak sekali seni tari yang berasal dari berbagai wilayah di Indonesia dengan ciri khas yang berbeda. Namun kali ini, kita akan membahas tarian yang berasal dari Gowa, Sulawesi Selatan yaitu tari kipas. Agar pengetahuan kalian bertambah, yuk cari tahu beberapa informasi penting tentang tari kipas yang sangat indah dan menakjubkan ini.

Keunikan Kesenian Tari Kipas

1. Sejarah Tari Kipas

tari kipas
Oleh: www.kata.co.id

Tari kipas dari Gowa, Sulawesi Selatan yang bernama pakarena ini, merupakan salah satu media dalam mempromosikan daerah Sulawesi Selatan untuk menarik wisatawan datang. Nama Pakarena sendiri, diambil dari kata “karena” yang berarti “main”. Menurut mitos yang dipercayai, tarian ini bercerita tentang perpisahan antara penghuni bumi dan penghuni kayangan. Sebelum perpisahan itu terjadi, penghuni kayangan mengajarkan bagaimana caranya bercocok tanam, bertahan hidup, berternak kepada penghuni bumi. Kemudian gerakan dari setiap aktivitas yang dilakukan tersebut digunakan dalam tarian sebagai wujud rasa syukur penghuni bumi kepada penghuni kayangan.

2. Gerakan Tari Kipas

tari kipas
Oleh: www.indonesiakaya.com

Tari kipas dibawakan oleh para penari wanita yang memakai busana adat dan memainkan kipas saat melakukan tarian. Gerakan tarian ini dibawakan dengan ritme cukup lembut dan sebagai salah satu cerminan bahwa wanita Gowa itu setia, sopan, patuh kepada pasangannya. Tarian ini bisa digunakan hanya sebagai hiburan saja ataupun untuk upacara adat.

Tari kipas ini terbagi menjadi dua belas gerakan tetapi bagi orang awam, tariannya mungkin akan  terlihat sama saja karena satu sama lain terlihat mirip. Setiap gerakan yang dilakukan, memiliki makna tersendiri untuk disampaikan kepada para penontonnya. Contohnya adalah gerakan duduk  menjadi awal pembuka pementasan, gerakan berputar sebagai lambang siklus hidup manusia. Selain itu, ada gerakan naik turun yang menggambarkan roda kehidupan manusia, kadang berada di bawah dan kadang berada di atas.

3. Musik Pengiring

tari kipas
Oleh: http://mahligai-indonesia.com/

Hal istimewa dari tarian ini adalah durasinya cukup lama yaitu dua jam sehingga sang penari benar-benar harus dalam keadaan prima. Tidak hanya itu, ada pula aturan bagi penari agar tidak mengangkat kaki terlalu tinggi dan membuka mata terlalu lebar. Selain itu, dalam tari kipas tidak hanya penarinya saja yang melakukan tarian, para penabuh genderangnya juga harus menggerakkan tubuhnya terutama bagian kepala.

Selama tarian berlangsung, akan ada iringan suara tabuhan genderang pakarena dan bunyi tiupan seruling sahut-menyahut. Bunyi genderang tersebut merupakan pengatur irama musik yang menjadi pengiring dan cerminan watak lelaki Sulawesi Selatan yang keras. Jadi, para penabuh genderang juga harus paham betul dengan gerakan tarian pakerana. Jumlah penabuh genderang dalam pertunjukan yang biasa disebut gondrong rinci ini, berjumlah tujuh orang.

Dalam pertunjukan ini peralatan musik yang dipakai seruling dan genderang saja, tetapi suara dan harmoni yang dihasilkan sangatlah bagus. Hal ini karena para pemain musik memainkannya dengan cara yang berbeda sehingga suara yang dihasilkan juga beragam.

Semuanya terdengar padu dan harmonis walaupun iringan musik dimainkan dengan tempo yang cepat dan para penari menari dengan lemah lembut. Perpaduan semacam ini yang membuat tari kipas cukup unik dan menarik untuk ditonton.

4. Pakaian Para Penari

tari kipas
Oleh: www.romadecade.org

Pakaian yang dikenakan para penari tari kipas adalah baju yang longgar dengan kain sarung khas Sulawesi Selatan serta kain selempang. Untuk riasan rambutnya, para penari wanita ini akan menggunakan konde lengkap dengan aksesoris bunga dan tusuk dengan warna emas. Selain itu, mereka juga mengenakan kalung, gelang, dan anting khas dari daerah tersebut. Padu padan aksesoris yang dipakai para penari sangat pas dan membuat karakter lemah lembutnya terlihat lebih nyata.

5. Perkembangan Tari Kipas

tari kipas
Oleh: https://blogkulo.com/

Salah satu upaya yang dilakukan agar tari kipas tidak punah tergerus modernisasi adalah dengan membuat variasi gerakan, tetapi tidak mengurangi keaslian dan nilai yang disampaikan dalam tarian tersebut.

Salah satunya adalah dengan membuat tarian kipas tersebut dikemas semenarik mungkin dan tidak monoton walau ditonton dalam durasi yang cukup lama, yaitu dua jam. Hal ini dilakukan agar tari kipas dapat terus-menerus dilestarikan dan dikenal oleh generasi penerus kita.

Ternyata ada banyak sekali keunikan yang mungkin tidak kita tahu dalam tari kipas ini, ya? Semoga dengan adanya informasi ini, membuat diri kita sebagai warga negara Indonesia berbangga diri akan keragaman dan kekayaan Indonesia yang memesona ini. Mari tetap lestarikan dan cintai budaya Indonesia!

Leave a Reply