Dari Mana Asal Budaya Ngabuburit? Cari Tahu, Yuk!

Setiap Ramadhan pasti ada banyak kebiasaan dan kegiatan yang kamu rindukan, kan? Belum sampai bulan Ramadhan pun, semua umat muslim di seluruh dunia biasanya sudah mulai bersiap untuk menyambut Ramadhan dengan membeli berbagai perlengkapan untuk memeriahkan Ramadhan. Berbagai perlengkapan yang biasanya banyak mengalami peningkatan permintaan di pasaran adalah bahan-bahan kue, bahan pokok, pakaian, toples kue dan masih banyak lainnya. Ramadhan adalah saat-saat penuh momen dan banyak yang merindukannya.

Terbayang keseruannya bangun sahur kemudian melakukan jalan-jalan bersama dengan teman-teman seusai shalat subuh, kemudian pergi tarawih bersama, tak lupa juga dengan kegiatan sebelum buka puasa dimana banyak orang-orang berjalan-jalan mencari makanan dan minuman berbuka, kegiatan tersebut banyak orang menyebutnya sebagai “Ngabuburit”.

Kamu sendiri pastinya pernah melakukan ngabuburit bukan? Entah itu ngabuburit bersama dengan teman-teman ataupun keluarga. Pastinya kegiatan Ngabuburit ini merupakan kegiatan yang sering dilakukan ketika bulan puasa. Sehingga tak heran menjelang buka puasa banyak orang berjualan makanan dan minuman khas untuk berbuka puasa. Jalanan dipadati dengan orang yang Ngabuburit. Namun pernahkah Kamu berpikir apa sebenarnya arti dari kata Ngabuburit itu?

Darimanakah asal kata Ngabuburit? Berikut penjelasannya :

Asal Usul Kata Ngabuburit

ngabuburit

Gambar Oleh: https://majalahnabawi.com/ngabuburit-saat-ramadhan-boleh-nggak-sih/

Usut punya usut, ternyata asal kata ngabuburit ini berasal dari Bahasa Sunda. Kamu pasti baru pertama kali mendengarnya, kan? Ternyata ngabuburit itu pada awalnya berasal dari kata “burit” yang dalam Bahasa Sunda memiliki arti senja atau sore hari. Merujuk kegiatan ngabuburit memang biasanya dilakukan pada sore hari atau senja. 

Namun sebenarnya, dulu kata ngabuburit itu merupakan istilah yang merujuk pada kegiatan para santri yang mengaji pada sore hari sembari mengisi waktu untuk menunggu waktu berbuka. Makin lama istilah tersebut bergeser dan merujuk pada kegiatan lain yang banyak orang lakukan pada sore hari sembari menunggu waktu berbuka seperti kegiatan mencari menu berbuka puasa.

Pada dasarnya meski kegiatannya berbeda namun keduanya cocok dengan kata ngabuburit, sebab kedua kegiatan tersebut sama-sama dilakukan pada sore hari. 

Arti Ngabuburit Berdasarkan Kamus

ngabuburit

Gambar Oleh: https://pariwisata.jogjakota.go.id/detail/index/94

Karena kata ini sudah mendarah daging di Indonesia, maka kata ngabuburit ini juga sudah masuk ke dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia. Di dalam kamus Indonesia, ngabuburit juga merujuk pada Bahasa Sunda dan memiliki arti sebagai kegiatan menunggu adzan maghrib menjelang berbuka puasa di bulan Ramadhan. 

Selain itu arti ngabuburit ini juga masuk dalam Kamus Bahasa Sunda dari Lembaga Bahasa & Sastra Sunda. Dalam kamus tersebut ngabuburit memiliki arti “Ngalantung ngadagoan burit” yang artinya kegiatan bersantai di sore hari. Kedua arti dalam kamus yang berbeda itu merujuk pada kegiatan yang serupa.

Namun jika diperhatikan dari perkembangannya, kegiatan ngabuburit dulu lebih merujuk pada kegiatan keagamaan di sore hari seperti mengaji. Namun anak jaman sekarang lebih mengenal ngabuburit sebagai kegiatan “bermain” atau bersantai menjelang waktu berbuka puasa. Hingga akhirnya dengan adanya kegiatan tersebut membuat banyak orang yang mulai berjualan di sore hari untuk orang-orang yang melakukan kegiatan ngabuburit. 

Menjelang bulan Ramadhan, Kamu pasti akan sangat merindukan kegiatan tersebut karena kegiatan tersebut adalah kegiatan yang sangat menyenangkan untuk dilakukan. Kamu bisa melakukan kegiatan ngabuburit bersama dengan keluargamu atau teman-temanmu sembari menunggu waktu berbuka puasa. Dengan demikian rasa lapar pun tidak begitu terasa karena kegiatan ngabuburit.

Leave a Reply

error: Isi artikel ini dilindungi !!