Bagaimana Bintang Terbentuk?

Apakah setiap malam Teman-Teman sering melihat bintang? Langit malam yang berhiaskan bintang memang sangat indah. Bahkan untuk beberapa orang, melihat bintang di malam hari menjadi hobi dan cara untuk menghilangkan stress dan penat. 

Namun, pernahkah Teman-Teman berpikir bagaimana proses terbentuknya bintang? Bagaimana bintang bisa nampak indah dan bersinar di langit malam? Mungkin Teman-Teman pernah belajar sedikit mengenai bintang di sekolah. Tapi, jika ingin belajar lagi tentang pembentukan bintang dan harus membuka-buka buku pelajaran sekolah, mungkin akan cukup makan waktu. 

Tapi tenang saja, sebenarnya Teman-Teman tetap bisa belajar tentang terbentuknya suatu bintang, tanpa perlu membuka dan membaca lama buku pelajaran lagi. Karena Teman-Teman bisa membacanya di artikel ini. Kali ini kita akan membahas tentang proses terbentuknya bintang secara singkat 

Nah, Teman-Teman penasaran? Mari simak pembahasannya di bawah ini!

Proses Pembentukan Bintang

bintang

Gambar Oleh: Gambar oleh Gerd Altmann dari Pixabay

Teman-Teman pasti akan dengan mudah melihat bintang di malam yang cerah. Teman-Teman akan melihat titik-titik putih ataupun biru berkedip-kedip di langit. Meskipun tampak kecil sekali, namun nyatanya bintang mempunyai ukuran yang besar sekali, lho!

Bintang merupakan benda langit yang bisa memancarkan cahayanya sendiri. Bintang adalah aspek fundamental suatu galaksi. Umur, komposisi, distribusi bintang-bintang dapat menjelaskan sejarah serta evolusi galaksi. 

Bintang asalnya terbentuk dari gumpalan awan molekul yang kerapatannya tinggi yang dikenal dengan nama nebula. Gumpalan yang satu ini akan menciptakan gravitasi sendiri. Tetapi gravitasi yang timbul tak stabil sehingga dapat membuat gumpalan tersebut hancur dengan sendirinya. 

Saat gumpalan awan tersebut mulai hancur, material di tengahnya akan mulai panas. Inti dari gumpalan yang mulai panas ini disebut protostar yang menjadi cikal bakal terbentuknya bintang. Semakin protostar kecil, maka intinya berputar dengan lebih cepat, sehingga akan meningkatkan tekanan serta suhu protostar. 

Bakal bintang umumnya akan terbagi ke beberapa bagian. Inilah yang menjadi sebab kebanyakan bintang umumnya berpasangan ataupun berkelompok sehingga membentuk rasi bintang. Sementara sisa partikelnya tak ikut memanas akan jadi asteroid, planet, komet atau akan tetap jadi serbuk partikel biasa. Jutaan tahun setelahnya, suhu inti dari bakal bintang tersebut akan jadi meningkat sampai 15 juta derajat celcius. 

Bintang dengan ukuran besar, seperti misalnya matahari memerlukan waktu 50 juta tahun untuk jadi bintang utuh sejak hancurnya gumpalan awan. Bintang yang telah jadi akan hidup dan bertahan sampai 10 milyar tahun lamanya. Bintang membutuhkan bahan bakarnya. Bahan bakar tersebut diperoleh melalui reaksi fusi nuklir hidrogen yang menghasilkan helium. Energi tersebut nantinya mencegah bintang mati dan berhenti untuk memancarkan cahaya. 

Warna Bintang

bintang

Gambar Oleh: Gambar oleh WikiImages dari Pixabay

Ada cukup banyak variasi warna bintang berdasarkan luminositas cahaya. Luminositas sendiri merupakan banyaknya cahaya yang tercipta setiap satuan waktu. Tidak hanya itu, jarak bumi ke bintang serta suhu bintang dapat pengaruhi warna bintang yang terlihat oleh Teman-Teman. Bintang yang panas sekali nantinya akan terlihat berwarna kemerahan atau jingga.

Jenis Bintang

bintang

Gambar Oleh: Gambar oleh Rene Tittmann dari Pixabay

Berdasarkan dari diagram Hertzsprung-Russell, bintang dibagi jadi beberapa jenis. Diagram yang satu ini membagi jenis bintang berdasarkan dengan keterangan cahayanya dan suhu. Beberapa jenis bintang yang ada seperti dwarf, white dwarf, giant serta supergiant. Bintang jenis supergiant diperkirakan mempunyai radiasi yang lebih besar ribuan kali dibandingkan dengan matahari.
Matahari termasuk ke dalam jenis white dwarf. Matahari saat ini sudah berusia sekitar 4,6 juta tahun. Matahari juga diperkirakan akan tetap hidup sampai beberapa milyar tahun kemudian.

Mengenal Bintang Mati

bintang

Gambar Oleh: Gambar oleh WikiImages dari Pixabay

Usia bintang yang semakin mendekati akhir karena sebagian besar hydrogen sudah dikonversi menjadi helium. Nantinya helium tenggelam ke dalam inti bintang yang kemudian meningkatkan suhu bintang sehingga akan menimbulkan gas panas. Bintang yang menjadi lebih besar ini disebut sebagai red giant. Setelah permukaannya meledak karena suhu yang panas sekali, bintang pun akan berhenti untuk memproduksi energi dan kemudian jadi bintang mati.

Nah, itulah penjelasan sedikit mengenai proses bagaimana bintang terbentuk. Jadi, Sekarang Teman-Teman sudah tahu bagaimana terbentuknya suatu bintang, kan? Semoga artikelnya menambah wawasan dan bermanfaat, ya!  

Leave a Reply

error: Isi artikel ini dilindungi !!