Kisah Nabi Zulkifli, Menjadi Raja karena Berpuasa

Nabi Zulkifli merupakan anak dari Nabi Ayub, dalam urutan nama-nama nabi yang kita ketahui, beliau diangkat menjadi nabi tepat sesudah ayahnya. Kisah Nabi Zulkifli tak kalah luar biasa untuk kita teladani dalam kehidupan sehari-hari. Terutama ketabahan dan kesabaran dalam menghadapi masalah dalam hidupnya. Seperti saat tidak ada orang yang mampu melaksanakan puasa, beliau justru dapat melaksanakannya tanpa mengeluh sedikit pun. Seperti apa kisah Nabi Zulkifli selengkapnya? Yuk, kita simak bersama!

Dakwah Nabi Zulkifli

nabi zulkifli

Gambar oleh Hardebeck Media dari Pixabay

Nabi Zulkifli diangkat menjadi rasul sekitar tahun 1460 sebelum masehi. Beliau diutus oleh Allah untuk menyebarkan kebenaran kepada kaum Amoria yang berada di daerah Damaskus yaitu dengan menyadarkan kaumnya agar tidak menyembah berhala dan hanya menyembah kepada Allah bukan kepada benda mati.

Selain itu, beliau juga mengajarkan kepada kaumnya untuk selalu taat beribadah dan membayar zakat. Beliau mewarisi sifat ayahnya yaitu Nabi Ayub yang selalu dapat melalui segala macam pelajaran hidup dengan penuh kesabaran, ketabahan, dan percaya bahwa Allah akan memberikan kebahagiaan setelahnya.

Nabi Zulkifli merupakan orang yang taat beribadah dan istikamah, beliau tidak pernah meninggalkan perintah Allah. Di kalangan sahabatnya, beliau terkenal sebagai pemuda yang selalu sabar, tangguh, dan gigih dalam mencapai semua hal. Apabila terdapat rintangan yang datang, dirinya tidak pernah mengeluh. Sebaliknya, beliau justru semakin mendekatkan dirinya kepada Allah Swt.

Nabi Zulkifli Menjadi Raja

nabi zulkifli

Gambar oleh Peter H dari Pixabay

Nama Zulkifli sendiri, sesungguhnya didapatkannya setelah menjadi raja, Basyar merupakan nama asli dari beliau. Pada saat itu, Nabi Zulkifli tidak sengaja menemukan sayembara yang diadakan oleh seorang raja.

Ternyata, ada seorang raja yang usianya sudah lanjut usia dan tidak memiliki keturunan untuk mewarisi jabatan yang ia miliki. Raja tersebut terkenal dengan sifat bijaksana dan selalu memikirkan rakyatnya. Ia selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk memakmurkan negaranya. Oleh karena itu, raja mengadakan sayembara agar seluruh rakyat dapat berpartisipasi.

Pada waktu yang sudah ditentukan, rakyat yang tertarik untuk mengikuti sayembara tersebut pun berkumpul. Seluruh rakyat ingin mencoba kesempatan yang langka ini. Nabi Zulkifli pun mencoba mengikuti sayembara tersebut walau hatinya masih bimbang dan gelisah.

Raja yang sudah menanti kedatangan rakyat menyambut dengan wajah yang senang dan gembira. Ia yang sudah menunggunya sejak pagi untuk bertemu dengan rakyatnya pun mulai menjelaskan kepada seluruh lapisan rakyat, bahwa niat beliau mengumpulkan mereka adalah untuk memilih seoarang raja untuk meneruskan takhtanya.

Sang raja berbicara dengan penuh kewibawaan yang terpancar dari dirinya, ia menjelaskan bahwa usianya sudah sangat tua dan tidak memiliki keturunan satu pun untuk menduduki takhta beliau dan ingin menyeleksi salah satu diantara rakyatnya agar dapat meneruskan cita-citanya dalam memakmurkan rakyat.

Ia ingin penggantinya bukan orang sembarangan dan dapat memberikan contoh yang baik sehingga rakyat dapat patuh pada peraturan yang dibuatnya. Akhirnya, ia pun mengungkapkan syarat untuk menjadi raja ialah rakyat harus melaksanakan puasa pada siang hari, malam harinya melaksanakan ibadah kepada Allah, dan selalu menahan amarah serta egonya.

Setelah raja menyampaikan persyaratannya, semua rakyat diam membisu. Mereka berpikir bahwa persyaratan yang diajukan raja sangat berat untuk mereka.Terutama ketika berpuasa pada siang hari dan melaksanakan ibadah pada malam hari.

Baca: nama nama nabi dan tugasnya

Permintaan itu dianggap tak masuk akal ditambah lagi harus mampu bertahan dalam keadaan yang tak boleh marah dan harus tetap sabar. Tidak ada seorang pun yang sanggup menjalankan persyaratan tersebut. Namun, tiba-tiba salah satu pemuda mengangkat tangan dan semua mata tertuju pada seorang pemuda tersebut.

Pemuda tersebut adalah Nabi Zulkifli, yang pada saat itu masih bernama Basyar. Beliau dengan gagah berani dan menyuarakan dengan lantang bersedia untuk mengikuti persyaratan yang diberikan oleh raja. Semua rakyat terkejut dengan keberanian beliau, raja pun mengira bahwa Nabi Zulkifli tidak serius dengan ucapannya.

Raja menegaskan kembali kepadanya bahwa sayembara ini bukanlah permainan melainkan sebuah tugas untuk menjaga sebuah negara. Namun, dengan tegas Nabi Zulkifli meyakinkan raja bahwa ucapannya pun nyata dan tidak main-main. Beliau akan berusaha sebaik mungkin untuk melaksanakan persyaratan yang diberikan oleh raja. Setelah merasa yakin dengan perkataan Nabi Zulkifli, raja akhirnya menyetujuinya.

Sejak saat itu, diangkatlah beliau menjadi raja dan nama beliau diganti menjadi Zulkifli. Sang raja terdahulu masih memperhatikan kebenaran ucapannya. Alangkah terkejutnya ia, ketika hampir sebulan lamanya Nabi Zulkifli melaksanakan puasa pada siang hari dengan tetap menjalankan pemerintahan, selalu beribadah malam hari kepada Allah, dan dapat menahan amarah serta sabar dalam menghadapi setiap masalah yang beliau temui. Tidak ada satu pun hal yang dapat mengganggu tekad kuat dalam dirinya. Setiap harinya, beliau tetap istikamah dalam menjalankan kegiatan tanpa kenal lelah.

Raja terdahulu sangat senang dan terkesan dengan kinerja dan amal perbuatan yang dilakukan oleh Nabi Zulkifli. Ia yakin bahwa negaranya akan makmur dan rakyatnya akan sejahtera di bawah kepemimpinan Nabi Zulkifli. Sang raja terdahulu berpesan kepada Nabi Zulkifli agar selalu teguh sampai akhir hayatnya.

Nabi Zulkifli pun bersumpah kepada raja terdahulunya bahwa dirinya akan melaksanakan seluruh amanah yang disampaikan kepadanya dan akan menjalankan hingga akhir hayatnya kelak. Setelah mendengar hal tersebut, raja terdahulu dapat mengembuskan napas terakhirnya dengan tenang tanpa khawatir rakyatnya akan sengsara.

Setelah ditinggalkan oleh raja, Nabi Zulkifli mulai menyusun rencana kegiatan yang akan dilakukannya sebagai raja. Beliau menjalankan perannya sebagai raja dengan sangat baik, walaupun waktu tidur beliau hanya sedikit karena selalu menerima tamu yang berkunjung ke kediaman dan menemaninya.

Nabi Zulkifli sangat disenangi oleh rakyatnya karena kedekatan pada rakyatnya dan tidak pernah pilih kasih. Apa pun status sosialnya, di mata beliau mereka semua sama. Selain itu, dirinya sangat sabar dalam menghadapi berbagai masalah pemerintahan yang datang padanya. Kedamaian dirasakan oleh seluruh rakyatnya karena memiliki raja seperti Nabi Zulkifli.

Pemberontakan Terhadap Nabi Zulkifli

Dalam mengelola pemerintahan, tidak selamanya berjalan mulus. Akan ada beberapa kerikil kecil untuk membuat Nabi Zulkifli dapat menjalankan pemerintah dengan lebih baik lagi setelahnya.

Seperti hal yang dilakukan oleh sekelompok kaum yang berniat untuk menggulingkan pemerintahannya. Mereka ingin Nabi Zulkifli melepaskan takhtanya. Untuk melawan sekelompok kaum tersebut, beliau memberikan perintah kepada rakyatnya untuk ikut berperang melawan mereka. Namun, sebagian rakyat menolak keinginan Nabi Zulkifli karena takut gugur dalam peperangan.

Menghadapi situasi yang mendesak dengan kekuatan seadanya, Nabi Zulkifli memohon pertolongan dan perlindungan kepada Allah agar dapat melewati segala ujian yang menimpa negerinya. Beliau juga berdoa agar seluruh rakyatnya diberi keselamatan ketika melawan kaum pemberontak.

Dengan izin Allah, doa beliau dikabulkan oleh Allah dan tak ada seorang pun rakyatnya yang gugur di medan perang melawan kaum pemberontak. Setelah kemenangan yang didapatkan oleh Nabi Zulkifli dan rakyatnya tersebut, kondisi negaranya kembali aman, tenteram, dan bahagia.

Iblis Berusaha Merayu Nabi Zulkifli

nabi zulkifli

Gambar oleh Alex Hu dari Pixabay

Kerajaan yang dipimpin oleh Nabi Zulkifli berjalan dengan tenteram dan damai karena kesabaran beliau dalam menghadapi segala bentuk masalah dan beliau amat sangat menghormati tamu yang berkunjung ke kediamannya.

Namun, kebaikan Nabi Zulkifli dijadikan kesempatan bagi iblis untuk merayunya. Pada suatu saat, Nabi Zulkifli sudah bersiap untuk beristirahat setelah melaksanakan ibadah sampai malam. Iblis tidak menyukai hamba Allah yang sangat taat dalam menjalankan segala macam ibadah.

Tak lama, datanglah seorang kakek jelmaan iblis yang menyamar menjadi manusia. Iblis tersebut menyamar menjadi tamu Nabi Zulkifli yang bersikeras bertemu dengan nabi walaupun penjaga sudah melarangnya untuk masuk. Ia berniat mengganggu waktu ibadah Nabi Zulkfli dengan beranggapan bahwa ada suatu hal yang sangat mendesak.

Ia ingin masalahnya terpecahkan hari itu juga, Nabi Zulkifli dengan senyumnya yang ramah menerima tamu tersebut dengan sabar dan mendengarkan segala bentuk permasalahan serta keluh kesah tamunya padahal waktu istirahat beliau terganggu.

Akhirnya, Nabi Zulkifli membantu permasalahan yang dihadapi oleh tamunya tersebut sampai larut malam. Dengan memberikan nasihat dan pemecahan masalah yang dihadapi oleh tamunya sampai mendapatkan solusi yang dapat diterima oleh tamunya.

Ternyata setelah mendengar solusi untuk masalahnya tersebut, kakek tersebut tidak segera pulang dan terus mengajak Nabi Zulkifli mengobrol. Iblis yang menyamar menjadi kakek tersebut tidak peduli dengan keadaan Nabi Zulkifli yang sudah menahan kantuk. Namun, dengan sabar beliau tetap melayani tamunya dengan baik dan menahan kantuk hanya untuk mengobrol. Setelah tamunya selesai mengajak ngobrol, barulah dirinya tidur sebentar sebelum melanjutkan aktivitasnya sebagai raja.

Pagi harinya, Nabi Zulkifli baru tersadar bahwa tamu yang berkunjung pada malam itu bukanlah manusia biasa melainkan iblis. Beliau mengetahui hal tersebut karena tamunya sudah tidak ada di kediamannya. Sang iblis menyamar untuk merayunya tidak mengerjakan amanah dari raja terdahulu untuk menahan amarah.

Setelah menyadari hal tersebut, Nabi Zulkifli tidak kesal ataupun marah. Dia tetap bersabar mengerjakan segala pekerjaannya sebagai raja walaupun dirinya kekurangan jam istirahat. Beliau memiliki prinsip jika dia menolak tamu sama saja dengan menolak berkah yang datang kepadanya. Bahkan, Nabi Zulkifli tetap tersenyum lebar mengetahui hal tersebut.

Melihat sikap dari Nabi Zulkifli membuat iblis putus asa karena tidak dapat merayunya. Dengan begitu, Nabi Zulkifli berhasil menjalankan amanah yang diberikan raja terdahulu  dengan tetap menjalankan puasa, beribadah pada malam hari, dan menahan amarah serta ego dalam menyelesaikan permasalahan sebagai raja.

Nabi Zulkifli selalu dapat mengatasi berbagai permasalahan tanpa menimbulkan amarah pada rakyatnya. Keberhasilan beliau membuat negerinya berjaya dan makmur berdampak pada negara tetangganya yang iri akan kesuksesan yang diperoleh Nabi Zulkifli.

Bagaimana kisah Nabi Zulkifli? Menarik sekali, kan, untuk dibahas? Negara yang begitu luas dapat beliau kendalikan dengan baik tanpa banyak peperangan yang terjadi. Rakyatnya pun begitu makmur dan sejahtera. Kuncinya adalah dengan memiliki raja atau pemimpin yang dapat mengerjakan puasa, taat dalam beribadah di malam hari, dan menahan amarah serta ego. Semoga kelak apabila kita dipercaya menajdi seorang pemimpin, kita dapat menjadi pemimpin yang amanah dan dapat menjadi contoh bagi banyak orang dengan meneladani kisah Nabi Zulkifli ini, ya Teman-Teman!

Leave a Reply