Penasaran dengan Asal Usul Rasa Asin Air Laut? Yuk, Cari Tahu Alasannya!

Mengunjungi laut merupakan salah satu pilihan dari kebanyakan orang untuk melepas penat. Suara desiran ombak yang menenangkan membuat kita rindu untuk mengunjunginya. Bahkan, kalian dapat bermain pasir sambil menikmati pemandangan indah. Sungguh hal yang dirindukan, terlebih dalam keadaan pandemi seperti ini.

Nah, sebagai pelipur lara kalian, hari ini kita mempelajari tentang air laut, yuk! Sering kali saat kita sedang berenang di laut lepas, air laut secara tak sengaja masuk ke dalam mulut kita dan mendapati rasa asin. Pernahkah terpikirkan oleh kalian kenapa air laut asin, ya? Padahal air laut terbentang sangat luas di seluruh penjuru dunia. Dari mana rasa asin tersebut berasal, ya? Untuk mengetahui jawabannya, kita pelajari asal muasal dari terciptanya rasa asin dari air laut bersama-sama, yuk!

Penyebab Air Laut Terasa Asin

kenapa air laut asin

Gambar oleh Dimitris Vetsikas dari Pixabay

Biasanya, orang-orang mengira ada seseorang yang menabur garam dalam lautan sehingga memiliki rasa asin. Padahal sebenarnya, air laut merupakan bahan utama yang dapat menghasilkan garam. Jika begitu, dari mana munculnya rasa asin pada air laut? Kenapa air laut asin? Padahal semua air yang mengalir ke laut berasal dari air tawar?

Nah, hal tersebut sebenarnya terjadi karena adanya siklus perputaran air yang bernama hidrologi, sebuah cabang ilmu yang mempelajari air. Dalam hidrologi tersebut dipelajari proses terjadinya rasa asin pada air laut. Rasa asin air laut ini memiliki fungsi tersendiri, lho! Rasa tersebut merupakan salah satu penyeimbang kondisi alam terutama daratan dan lautan.

Air laut berasal dari air hujan yang turun ke daratan dan langsung jatuh ke lautan, tetapi ada juga air hujan yang meresap ke dalam tanah yang biasa disebut dengan resapan air tanah. Selain itu, ada yang jatuh ke sungai, danau, dan rawa. Pada akhirnya, semua sumber air tersebut akan bermuara pada lautan luas.

Berbagai sumber mata air tersebut akan mengalir melalui kerak bumi, bebatuan, dan tanah. Setiap elemen yang dilalui oleh air tersebut mengandung mineral penghasil garam, seperti natrium, kalsium, klorida, sodium, dan kalium. Panjangnya proses perjalanan menuju lautan  menyebabkan banyaknya garam mineral yang terbawa oleh air tersebut hingga ke lautan.

Sesampainya di lautan, air yang membawa garam mineral tersebut mengalami penguapan. Namun, penguapan tersebut hanya dialami oleh komponen yang mengandung H2O saja, sedangkan garam mineral tidak mengalaminya. Oleh karena itu, berbagai komponen garam mineral yang dibawa oleh air tersebut mengendap di dalam laut. Semakin lama pengendapannya semakin banyak dan menyebabkan air laut terasa asin.

Faktor Penyebab Perbedaan Rasa Asin Air Laut

Penyebab utama dari rasa asin air laut adalah garam mineral yang mengandung klorida, natrium, dan sodium. Namun, tahukah kalian jika rasa asin pada setiap air laut berbeda-beda? Tentunya hal itu disebabkan oleh perbedaan jumlah konsentrasi garam mineral dan faktor yang mempengaruhi keadaan lautan. Beberapa faktor di antaranya adalah sebagai berikut:

1. Temperatur Udara

kenapa air laut asin

Gambar oleh Free-Photos dari Pixabay

Setiap daerah memiliki tingkatan suhu yang berbeda-beda tergantung tinggi dan rendahnya letak daerah tersebut. Biasanya semakin tinggi suatu daerah akan menyebabkan  temperatur udara semakin rendah, sebaliknya jika semakin rendah suatu daerah akan menyebabkan temperatur udara semakin tinggi.

Apabila temperatur udara semakin tinggi, proses penguapan yang terjadi pada garam mineral pun akan semakin cepat. Hal itu dapat menyebabkan air laut akan terasa semakin asin. Seperti yang terjadi pada Laut Mati, biasanya kadar asin dalam lautan memiliki presentase kurang lebih 3,5%. Namun, di Laut Mati kadar garamnya sebesar 30-35%, sungguh presentase yang sangat tinggi dibandingkan lautan lainnya.

Hal tersebut terjadi karena Laut Mati berada di daerah rendah sehingga temperatur udaranya pun tinggi yang menyebabkan proses penguapan semakin cepat terjadi dan endapan dari garam mineral semakin banyak.

2. Curah Hujan

kenapa air laut asin

Gambar oleh Pexels dari Pixabay

Curah hujan pun menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi tinggi dan rendah garam mineral yang terkandung pada air laut. Jika curah hujan semakin tinggi, jumlah air tawar yang tercampur pada air laut akan semakin banyak. Hal itu dapat menetralisir kadar garam mineral yang ada dalam lautan.

3. Ventilasi Hidrotermal

kenapa air laut asin

Gambar oleh Free-Photos dari Pixabay

Di dasar laut terdapat proses ventilasi hidrotermal yaitu sebuah proses semburan-semburan air bersuhu tinggi yang disebabkan oleh retakan permukaan planet. Biasanya proses ini terjadi pada daerah berlempeng tektonik yang aktivitas vulkanisnya tinggi.

Proses tersebut menyebabkan berbagai komposisi garam mineral keluar dari dalam perut bumi. Apabila aktivitas vulkanisnya tinggi, tentu kadar garam mineral akan semakin banyak dikeluarkan dan air laut pun menjadi semakin terasa asin.

Oleh karena itu, jika kalian bermain ke lautan yang dekat dengan daerah pegunungan vulkanis, biasanya air lautnya lebih asin dibandingkan dengan laut yang jauh dari daerah gunung. Semakin sering terjadi proses vulkanis, mineral yang dihasilkan pun akan semakin tinggi dan menyebabkan kadar asin pada air laut semakin meningkat.

Fungsi Rasa Asin Air Laut

Segala kejadian dalam suatu ekosistem yang terjadi di bumi ini tentu memiliki fungsi atau tugas tertentu. Begitu pula kadar asin atau garam mineral yang terkandung pada air laut. Berikut ini adalah fungsi dari asinnya air laut:

1. Menyeimbangkan Kadar Mineral dalam Tanah

kenapa air laut asin

Gambar oleh Ngo Minh Tuan dari Pixabay

Air hujan yang turun ke daratan dapat melarutkan mineral pada tanah dan membawanya menuju ke lautan luas. Apabila mineral yang terkandung di dalamnya tidak dibawa ke lautan, tanah akan dipenuhi mineral dengan kadar berlebih. Hal itu dapat menyebabkan tanah kehilangan kemampuannya untuk menumbuhkan tanaman di muka bumi ini. Tentu hal tersebut dapat membahayakan proses ekosistem setiap makhluk hidup di bumi ini.

2. Memperlambat Titik Beku

kenapa air laut asin

Gambar oleh 5598375 dari Pixabay

Bayangkan jika air laut merupakan air tawar, tentu pada saat musim dingin tiba air laut akan berubah menjadi lautan es. Berbagai makhluk hidup yang tinggal di dalam laut akan kesulitan bertahan hidup. Tingginya kadar garam mineral pada lautan membuat titik bekunya menjadi lebih tinggi dibandingkan air tawar. Kandungan tersebut yang membedakan lautan dengan sungai, danau, dan rawa. Berbagai sumber air akan berubah menjadi es saat musim dingin tiba, kecuali laut.

Wah, ternyata rasa asin yang ada pada air laut menyimpan banyak pengetahuan baru, ya Teman-Teman! Kini terjawab sudah asal muasal dari terciptanya rasa asin dalam lautan yang luas. Kandungan garam mineral yang ada dalam laut pun dapat menjaga berbagai ekosistem makhluk hidup lain yang ada di bumi ini. Oleh karena itu, kita harus menjaga keseluruhan ekosistem bumi agar keturunan kita nantinya akan tetap merasakan keindahan dan keasriannya.

Leave a Reply