Yuk, Belajar Tentang Mencintai dan Memaafkan Sesama dari Kisah Nabi Yusuf!

Semua nabi yang ditunjuk adalah orang yang berhati besar, pemaaf, dan dilimpahi kesabaran luar biasa oleh Allah. Dari semua nabi, ada beberapa nabi yang kisahnya patut diteladani dalam kehidupan kita sehari-hari untuk menghadapi berbagai cobaan yang datang pada kehidupan kita sebagai manusia biasa.

Salah satunya adalah  Nabi Yusuf, terlebih beliau disakiti bukan oleh orang lain, melainkan oleh saudara-saudaranya sendiri. Bagaimana perjalanan hidup Nabi Yusuf sejak beliau kecil hingga meraih kemuliaan Allah? Yuk, kita pelajari untuk mengambil hikmah dan teladan yang bisa kita contoh dari perjalanan hidup Nabi yang dikenal paling tampan.

Kisah Kelahiran Nabi Yusuf

Nabi Yusuf

Oleh: www.boombastis.com

Nabi Yaqub melakukan perjalanan ke negeri yang bernama Haran. Sesampainya di sana, Beliau terpikat pada seorang wanita penggembala ternak yang bernama Rahil. Beliau berniat melamar dan menjadikan Rahil sebagai istrinya.

Namun, Laban, sang ayah Rahil memberikan syarat kepada Nabi Yaqub jika ingin memperistri Rahil. Syaratnya adalah Beliau harus mau bekerja kepada Laban selama tujuh tahun. Rasa cinta kepada Rahil telah membutakan Nabi Yaqub hingga memenuhi persyaratan ini.

Tujuh tahun berlalu dengan cepat, tetapi Laban ternyata memiliki tipu muslihat. Dia membuat Nabi Yaqub menikahi anak tertuanya terlebih dahulu yaitu Liyyah. Hal itu terjadi karena pada masa itu, apabila anak tertua belum menikah, anak yang lebih muda belum boleh menikah.

Jadi, Nabi Yaqub dinikahkan dengan Liyyah dan jika tetap ingin menikahi Rahil, beliau harus bekerja lagi selama tujuh tahun ke depan. Pada akhirnya, setelah menunggu tujuh tahun, Nabi Yaqub berhasil mempersunting Rahil.

Dari istri pertamanya, Nabi Yaqub memiliki enam orang anak yaitu Rubin, Simeon, Lawwy, Yahudah, Yisakhar, dan Zebulon. Sementara dari istri keduanya, anak Nabi Yaqub adalah Yusuf dan Benjamin.

Kelahiran Nabi Yusuf sangat dinantikan oleh Nabi Yaqub. Meskipun bukan putra tertuanya, Nabi Yaqub begitu menyayangi Nabi Yusuf melebihi kasih sayang pada anaknya yang lain.

Hal itu karena Nabi Yaqub memiliki sebuah firasat yang menyatakan bahwa Nabi Yusuf akan membawa kejayaan dan berkat kenabian dalam dirinya. Itulah alasan mengapa Nabi Yusuf begitu dicintai dibandingkan saudara-saudaranya.

Masa Kecil Nabi Yusuf AS

nabi yusuf

Oleh: www.islammexico.

Saat masih kecil, Nabi Yusuf bermimpi melihat sebelas bintang, matahari, dan bulan bersujud kepadanya. Mimpi ini lalu diceritakan kepada ayahnya.

Mendengar hal ini, Nabi Yaqub meminta Nabi Yusuf kecil untuk merahasiakan mimpinya dari saudaranya. Beliau khawatir bahwa saudara-saudaranya akan melukai dan mencelakakan Nabi Yusuf karena mimpi tersebut.

Anak nabi Yaqub lainnya menyadari bahwa ayah mereka terlihat lebih mencintai Nabi Yusuf. Mereka merasa iri dan ingin menyingkirkan Nabi Yusuf supaya kasih sayang ayahnya bisa beralih pada mereka. Mereka kemudian membuat rencana dan mengajaknya berburu ke hutan.

Mereka membujuk Nabi Yaqub supaya memperbolehkan Nabi Yusuf pergi ke hutan.

Setibanya di hutan, saudara Nabi Yusuf menjalankan rencana yang telah disusunnya. Mereka memasukkan Nabi Yusuf  ke dalam sebuah sumur tua di tengah hutan.

Saudara Nabi Yusuf pulang ke rumah dengan membawa kabar duka. Mereka mengabarkan bahwa Nabi Yusuf telah dimangsa oleh hewan buas. Nabi Yaqub merasa sedih bukan kepalang. Beliau menangis tiada henti hingga matanya menjadi buta. Sementara itu, Nabi Yusuf ditolong oleh sekawanan pengembara yang lewat, kemudian mereka menjual Yusuf sebagai budak di sebuah pasar yang berada di Negeri Mesir.

Nabi Yusuf dibeli oleh seorang Menteri dari Kerajaan Mesir. Nabi Yusuf kecil tumbuh dan besar menjadi seorang pembantu di keluarga tersebut.  Semua kesulitan dalam hidup dilalui Nabi Yusuf  dengan penuh ketegaran dan kesabaran. Dalam hati, beliau telah memaafkan semua perlakuan saudaranya kepadanya serta berharap mereka akan sadar dan memohon ampun kepada Allah.

Perjalanan Hidup Nabi Yusuf AS

nabi yusuf

Gambar oleh urformat dari Pixabay

Nabi Yusuf tumbuh menjadi lelaki yang bertubuh tegap dan kuat. Ketampanan wajahnya membuat istri menteri yang bernama Zulaikha jatuh cinta kepadanya.

Zulaikha dibutakan oleh keinginan dan memfitnah Nabi Yusuf. Sang Menteri kemudian memasukkan Yusuf ke dalam penjara.

Nabi Yusuf hidup di dalam penjara selama bertahun-tahun. Di dalam penjara, beliau tak berhenti berdoa dan memohon ampunan kepada Allah agar diberikan keselamatan serta jalan keluar dari permasalahan yang sedang dihadapinya.

Nabi Yusuf Dimasukkan ke Penjara

nabi yusuf

Gambar oleh urformat dari Pixabay

Selama di penjara, Nabi Yusuf berperilaku sangat baik dengan kebijaksanaan dan kecerdasannya. Itulah sebabnya, beliau dipercaya untuk menjadi pengawas tahanan.

Hingga suatu ketika, Mesir dihebohkan dengan berita upaya pembunuhan terhadap sang Raja. Pelakunya diduga adalah tukang roti dan tukang pemeras anggur di kerajaan. Kedua orang ini dijebloskan ke penjara, tempat Nabi Yusuf berada.

Suatu ketika, dua orang ini mendapatkan mimpi yang membuat mereka merasa gelisah. Mereka kemudian bertanya kepada Nabi Yusuf yang dianggap cerdas dan mampu menyelesaikan permasalahan dengan baik.

Nabi Yusuf memberikan tafsir mimpi kedua orang tersebut. Tafsir ini kemudian terbukti sehingga sang pemeras anggur dibebaskan. Nabi Yusuf memintanya untuk menceritakan kisahnya kepada Raja, tetapi pemeras anggur lupa menyampaikannya kepada Raja.

Kemudian, Raja Mesir mengalami beberapa mimpi yang aneh. Dia ingin seseorang mencoba menafsirkan mimpinya. Saat itu, sang pemeras anggur teringat akan Nabi Yusuf. Dia memberitahukan Raja bahwa ada seseorang tahanan dalam penjara yang memiliki kemampuan hebat menafsirkan mimpi.

Nabi Yusuf Pandai Menafsirkan Mimpi

nabi yusuf

Oleh: https://islami.co

Nabi Yusuf pun menafsirkan mimpi Raja Mesir dengan sangat tepat yaitu Mesir akan mengalami kekeringan selama tujuh tahun berturut-turut. Oleh karenanya, mereka harus mengumpulkan persediaan makanan selama tujun tahun, sebelum masa kekeringan datang.

Dengan kemampuannya, Nabi Yusuf kemudian dipercaya oleh Raja Mesir. Ditambah lagi, Nabi Yusuf merupakan orang yang cerdas, bijak, dan adil. Hal itulah yang membuat Raja Mesir memberikan kekuasaan penuh kepada Nabi Yusuf untuk mengatur wilayahnya.

Saat masa kekeringan datang, Mesir pun terbebas dari kelaparan karena memiliki persediaan makanan yang cukup untuk tujuh tahun mendatang.

Hal ini membuat orang-orang yang berasal dari luar Mesir datang untuk meminta bantuan. Begitu pula dengan keluarga Nabi Yaqub yang tinggal di Kanaan. Mereka datang ke Mesir untuk membeli bahan makanan.

Melihat saudaranya datang, Nabi Yusuf langsung mengenali mereka, tetapi mereka tak mengenalinya. Inilah awal mula perjumpaan kembali Nabi Yusuf dengan seluruh keluarganya termasuk ayahnya, Nabi Yaqub.

Setelah pertemuan tersebut, Nabi Yusuf memboyong seluruh keluarganya untuk tinggal di Mesir. Kaum ini nantinya akan disebut sebagai kaum Bani Israil yang akan melahirkan nabi-nabi lainnya seperti Nabi Musa dan Nabi Harun. Selama Nabi Yusuf memerintah, kaum ini hidup dengan tenang dan tentram berdampingan dengan penduduk asli Mesir.

Hikmah dari Kisah Hidup Nabi Yusuf AS

nabi yusuf

Oleh: www.kompasiana.com

Dari perjalanan panjang hidup Nabi Yusuf kita semua dapat mengambil hikmah dan pelajaran di dalamnya, di antaranya adalah sebagai berikut:

1. Belajar Mencintai Tanpa Pamrih dan Rendah Hati

Nabi Yusuf memang mendapatkan perlakuan istimewa dibandingkan dengan saudara-saudaranya. Beliau pun menyadari hal ini, tetapi keistimewaan yang diterimanya tidak membuat Nabi Yusuf menjadi sombong dan tetap rendah hati. Bahkan, ketika Nabi Yusuf dijahati oleh saudaranya yang lain, dia tetap memaafkan dan mencintai saudara-saudaranya.

2. Belajar Memaafkan Meski Disakiti dan Difitnah

Nabi Yusuf tetap memaafkan perbuatan saudaranya meskipun membuatnya jauh dari ayah dan ibunya. Bahkan perbuatan saudaranya, membuat Nabi Yusuf  harus melalui masa kecil yang menyakitkan karena dijadikan budak hingga mengalami fitnah. Nabi Yusuf menerima hal tersebut, memaafkan, dan justru terus meminta ampunan Allah Swt.  agar diberi jalan keluar.

3. Belajar Bersabar Atas Ujian yang Datang

Nabi Yusuf termasuk orang yang sangat sabar dalam menghadapi berbagai ujian yang datang dalam hidupnya. Beliau tidak pernah mengeluh dan bepikiran buruk kepada Allah, seberat apa pun penderitaan diterimanya sambil memohon ampun agar diberikan jalan keluar yang terbaik oleh Allah Swt. Rasa sabar yang terus-menerus dipupuk oleh beliau membuatnya semakin kuat dan tabah.

4. Belajar Ikhlas Menerima Ketetapan Allah

Keikhlasan dalam menerima ketetapan Allah Swt. merupakan salah satu bentuk ketundukan kita kepada sang Pencipta. Apa pun yang Allah inginkan terjadi kepada kita, pasti akan terjadi. Sekuat apa pun kita menghindarinya, jika Allah sudah menghendaki maka tidak akan ada yang bisa menghalanginya. Oleh sebab itu, belajarlah untuk ikhlas seperti keikhlasan Nabi Yusuf. Ketetapan dari Allah akan selalu membawa keberkahan pada akhirnya

Itulah sepenggal kisah Nabi Yusuf yang diabadikan dalam Al-Qur’an Surat Yusuf. Berbagai pelajaran hidup dapat kita ambil dari kisahnya dan semoga kita semua dapat meneladani serta mengamalkan dalam kehidupan kita dengan baik, ya!

Leave a Reply