Pelajari Adab Berdagang dari Kisah Nabi Syuaib dan Kaum Madyan, Yuk!

Berdagang merupakan salah satu cara yang dilakukan oleh umat manusia untuk mendapatkan penghasilan dan menghidupi diri beserta keluarga. Namun, dalam berdagang, kita harus menaati adab yang berlaku agar tidak menyimpang dari ajaran agama dan membawa kebaikan dalam setiap hasilnya.

Oleh karena itu, kita harus mengetahui adab tentang berdagang agar rezeki yang kita dapatkan pun penuh dengan keberkahan. Yuk, kita simak kisah Nabi Syuaib dan kaum Madyan dalam berdagang!

Kisah Kaum Madyan dan Nabi Syuaib

nabi syuaib

Gambar oleh Isa KARAKUS dari Pixabay

Kaum Madyan merupakan penduduk bangsa Arab yang bertempat tinggal di daerah Ma’an,  berdekatan dengan negeri Syam. Mayoritas dari penduduk mereka adalah orang yang tidak mengenal Allah dan menyembah pada aikah.

Aikah tersebut berada di tengah padang pasir yang banyak ditumbuhi oleh tanaman dan pepohonan. Di tempat tersebutlah mereka menyembah aikah, sebuah pohon besar di antara pepohonan lainnya. Hal tersebut tentu sangat jauh dari ajaran agama Allah dan para nabi sebelumnya.

Selain itu, dalam praktik perdagangan, kaum Madyan sering melakukan kecurangan, penipuan, dan memalsukan barang kepada para pembelinya. Hal seperti itu, sering kali dilakukan mereka dalam transaksi jual beli, seperti mengurangi takaran dalam setiap transaksi.

Hal tersebut jelas bukanlah hal yang baik, bahkan orang yang sering menjadi korban dari praktik curang ini adalah pedagang dan petani kecil. Sementara, pelakunya merupakan pedagang besar serta pemilik modal. Dengan keadaan yang seperti itu, hal yang terjadi adalah masyarakat yang kaya akan semakin kaya dan masyarakat yang miskin akan semakin miskin.

Banyaknya kecurangan dan sikap tidak adil yang dilakukan oleh kaum Madyan menyebabkan Allah mengutus rasul-Nya, Nabi Syuaib. Beliau pun berasal dari kaum Madyan sehingga mengetahui segala kebiasaan yang dilakukan oleh kaumnya dengan baik.

Dengan mengutus Nabi Syuaib, diharapkan kaum Madyan mendapatkan hidayah dan dapat kembali ke jalan yang diridai oleh Allah. Dengan begitu, mereka meninggalkan segala kecurangan yang diperbuat dan tidak lagi menyembah aikah, pohon besar yang ada di tengah padang pasir tersebut.

Nabi Syuaib mengajak kaum Madyan menjauhi segala perbuatan yang membawa mereka ke dalam kerugian dan kebinasaan. Banyak hal yang harus dilakukan oleh Nabi Syuaib terhadap kaum Madyan di antaranya mengajak berbuat jujur dan adil antarsesama manusia terutama saat bertransaksi jual beli. Jangan sampai orang miskin dan lemah semakin tertindas. Nabi Syuaib pun mengingatkan kenikmatan yang telah Allah berikan kepada mereka, sehingga mereka dapat kembali ke jalan yang benar dan diridai oleh Allah Swt.

Adab Berdagang

Hal yang menjadi tantangan besar Nabi Syuaib adalah memperbaiki kebiasaan adab berdagang yang dilakukan oleh kaum Madyan. Oleh karena itu, Nabi Syuaib pun mengajarkan kepada mereka transaksi jual beli yang baik menurut hukum Islam, yaitu sebagai berikut:

1. Niat Berdagang karena Allah

nabi syuaib

Gambar oleh Yusuf Seyhan dari Pixabay

Mari kita niatkan berdagang hanya karena Allah semata. Apabila kita melakukan hal tersebut dengan izin Allah, segala sesuatunya akan dipermudah oleh-Nya. Berdagang merupakan salah satu cara  meraih pintu rezeki yang sangat mulia dalam Islam terlebih lagi, jika hal tersebut dilakukan berdasarkan adab berdagang. Dengan niat beribadah karena-Nya serta ingin membantu sesama dalam memenuhi kebutuhan hidup, atas izin Allah semua akan menjadi keberkahan dalam hidup kita. Tidak perlu mengejar keuntungan yang besar dan percaya saja pada Allah akan mencukupkan segala kebutuhan hidup dari berbagai arah rezeki yang tak terduga.

2. Bersikap Jujur

Hal penting yang menjadi dasar dalam berdagang adalah bersikap jujur, termasuk dalam mengatakan keadaan barang yang akan dijual dan harganya. Janganlah menutupi keadaan barang sebenarnya. Apabila barang yang dijual memiliki kecacatan, beri tahu kepada pembeli agar tidak merasa tertipu dan kecewa ketika barangnya sampai. Selain itu, apabila akan mencari keuntungan dan akan menaikkan harga barang, kenaikan harga tersebut harus masuk akal.

Dengan begitu, tentu akan banyak orang yang menyukai cara kita berdagang. Apabila telah terbangun rasa percaya dari para pembeli, tentu mereka akan berlangganan pada barang dagangan kita. Kejujuran merupakan satu pintu untuk membuka ribuan pintu dari rezeki yang akan didapatkan dalam berdagang.

3. Saling Menguntungkan

Dalam transaksi jual beli, semua orang yang terlibat di dalamnya harus saling menguntungkan. Jangan sampai ada pihak yang merasa merugi telah melakukan transaksi tersebut. Tidak boleh ada hal yang disembunyikan dalam kesepakatan jual beli dalam bentuk harga, jenis barang, dan cara mendapatkannya.

4. Tidak Melakukan Penipuan

nabi syuaib

Gambar oleh Lisa Caroselli dari Pixabay

Dalam berdagang, penipuan sangat dilarang. Selain merugikan pembeli, tentu hal tersebut dapat mematikan rezeki dari penjual, karena dengan melakukan penipuan tentu saja pembeli akan merasa kecewa dan tidak ingin membeli di tempat yang sama. Bahkan, sering kali hal tersebut menjadi berita yang tersebar luas dan membuat orang lain tidak akan membeli barang yang didagangkan.

5. Amanah

nabi syuaib

Gambar oleh Pexels dari Pixabay

Bersikaplah amanah saat bertransaksi jual beli karena hal tersebut merupakan kunci kesuksesan. Dalam hal ini, amanah yang dimaksud adalah saling menjaga kepercayaan dan tidak saling merugikan. Hal yang biasa terjadi misalnya para penjual tidak mencampurkan barang yang berkualitas buruk dengan yang baik dan mengatakan kepada pembeli semua kualitas barang yang dimiliki adalah barang yang baik.

Begitu pula dengan pembeli, ketika mendapatkan uang kembalian lebih dari yang seharusnya, tetaplah kembalikan dan ambillah uang yang menjadi haknya saja.

6. Jangan Mengurangi Takaran

nabi syuaib

Gambar oleh Janine Bolon dari Pixabay

Dalam berdagang, janganlah kalian mengurangi takaran dari pembeli. Hal seperti ini,  masih sering ditemui di masyarakat kita. Kebanyakan para penjual melakukannya dengan menambahkan sesuatu ke timbangan sehingga membuat takarannya terlihat pas padahal tidak sesuai dengan yang diinginkan oleh pembeli.

Selain hasil penjualan barang dagang tidak berkah, tentu saja perbuatan tersebut haram hukumnya karena telah mengambil hak yang bukan miliknya. Nantinya hal tersebut juga akan dipertanggungjawabkan di akhirat. Oleh karena itu, takarlah sesuai dengan permintaan pembeli dan apabila memungkinkan tambahkan sedikit timbangan agar pembeli merasa senang. Percayalah, apabila berbagi rezeki kita lakukan secara ikhlas kepada orang lain, rezeki yang datang pada kita juga akan belipat ganda jumlahnya.

7. Mengambil Keuntungan Sewajarnya

nabi syuaib

Gambar oleh Steve Buissinne dari Pixabay

Sebagai penjual, mendapatkan keuntungan merupakan tujuan dari berdagang. Namun, kita harus menerapkan perhitungan yang bijak dalam mengambil untung agar tidak merugikan pembeli. Janganlah kita mengambil kesempatan dalam kesempitan, terlebih saat banyak orang yang membutuhkan barang tersebut dan menjual dengan harga berpuluh-puluh kali lipat. Hal tersebut merupakan cara yang tidak berkah dan membuat kita dikuasai rasa serakah. Bijaklah dalam mengambil keuntungan agar keberkahan akan selalu datang pada usaha dagang yang kita lakukan.

8. Tidak Memalsukan Barang

nabi syuaib

Gambar oleh RitaE dari Pixabay

Berdagang dengan memalsukan barang dan mengakuinya sebagai barang asli kepada pembeli. Tentu saja hal tersebut adalah sebuah tindakan tidak jujur karena barang yang dijual tidak sesuai. Keuntungan yang diperoleh akan lebih besar, tetapi tidak ada keberkahan dalam transaksi jual beli tersebut.

9. Bermusyawarah hingga Mufakat

nabi syuaib

Gambar oleh StockSnap dari Pixabay

Apabila harga barang yang akan dibeli masih bisa dinegosiasikan, berilah kesempatan kepada pembeli hingga mencapai mufakat atau kesepakatan dalam transaksi tersebut. Namun, tidak merugikan pihak penjual dan pembeli sehingga semua pihak mendapatkan keuntungan.

10. Menjual Barang Halal

nabi syuaib

Gambar oleh Gabe Raggio dari Pixabay

Pilih barang yang halal dan bermanfaat bagi orang banyak dalam berdagang supaya hasil yang kita dapatkan penuh dengan keberkahan.

11. Tekun

nabi syuaib

Gambar oleh Free-Photos dari Pixabay<

Berdagang bagi pemula tentu bukanlah hal yang mudah. Terlebih, jika kondisi pembeli sedang naik turun. Oleh karena itu, kita harus tekun mempelajari seluk-beluknya. Namun, tetaplah bersyukur dengan apa pun rezeki yang diberikan Allah kepada kita. Percayalah ketekunan tidak akan mengkhianati hasil.

12. Tidak Berjanji Berlebihan

nabi syuaib

Gambar oleh Gerd Altmann dari Pixabay

Banyak penjual menawarkan barang dagangan dengan berlebihan, misalnya penjual mengatakan kepada pembeli bahwa barang tersebut tidak akan rusak dalam satu tahun, tetapi hal tersebut belum dibuktikan oleh penjual.

Apabila pernah membuktikan kebenaran dari barang tersebut, sampaikan kepada pembelinya. Namun, apabila belum janganlah melebihkan barang dagangan tersebut karena akan membuat pembeli merasa kecewa bila tidak sesuai dengan janji yang dikatakan oleh penjual. Allah pun sangat tidak menyukai tindakan tersebut karena telah mengatakan sesuatu yang belum diketahui kebenarannya.

13. Dilarang Menimbun Barang

nabi syuaib

Gambar oleh Andreas Lischka dari Pixabay

Pedagang biasanya berlaku curang dengan menimbun barang saat harga masih murah karena tahu harganya akan naik. Terlebih jika keberadaan barang tersebut menjadi langka karena ulah penimbun tersebut. Penimbun tersebut bahkan menjual barang tersebut dengan harga yang mahal dan kebanyakan pembeli pun terpaksa membeli dengan harga tidak wajar karena dibutuhkan kegunaannya.

Hal tersebut akan mengganggu mekanisme jual beli pada pasar karena ketiadaan stok barang dan pedagang lain pun tidak dapat menjualnya. Hal tersebut merupakan perbuatan zalim dan dilarang oleh agama karena hal tersebut dapat merugikan orang banyak. Selain itu, tindakan menimbun mengarah pada keserakahan karena ingin menguntungkan diri sendiri dan tidak peduli dengan orang lain yang membutuhkan.

Oleh karena itu, belilah barang untuk didagangkan secukupnya agar kita dapat berbagi rezeki kepada sesama. Dengan berbagi mekanisme jual beli pada pasaran tentu akan tersebar secara merata.

14. Ramah pada Pembeli

Keramahan kita kepada para pembeli akan menjadi nilai tambah yang akan menarik jumlah pembeli dalam berdagang. Apabila melayani dengan ramah, pembeli akan merasa lebih nyaman dan senang ketika bertransaksi.

Selain itu, doakanlah para pembeli yang telah memberi barang dagangan dan ucapkan terima kasih dengan setulus hati. Hal tersebut juga akan membuat para pembeli merasa senang ketika berbelanja atau melakukan transaksi jual beli dengan kita.

Wah, ternyata banyak sekali adab dalam berdagang yang dapat kita dalami dari kisah Nabi Syuaib dan kaum Madyan. Semoga kisah tersebut dapat menambah pengetahuan kita dalam melakukan transaksi jual beli pada kehidupan sehari-hari. Dengan berbuat baik dan berbagi rezeki kepada sesama pedagang serta menyenangkan hati pembeli, tentu akan semakin banyak rezeki yang akan kita peroleh dari Allah Swt. Semangat selalu mengamalkan kebaikan, ya Teman-Teman!

Leave a Reply