Seperti Apa Keunikan Rumah Lamin Khas Kalimantan Timur? Lihat, Yuk!

Indonesia merupakan salah satu negara yang kaya akan adat istiadat. Hampir di semua wilayah Indonesia memiliki ragam budaya yang berbeda-beda. Budaya ini masih terus dipelihara dan dilestarikan hingga saat ini.

Rumah lamin dari Kalimantan Timur merupakan salah satu kekayaan budaya Indonesia. Rumah adat ini milik suku Dayak dan menjadi identitas mereka. Seperti apa sih keunikan rumah lamin yang menjadikannya berbeda dengan rumah adat lainnya? Yuk simak!

4 Ciri Khas Utama dan Keunikan Rumah Lamin Kalimantan Timur

Rumah adat adalah rumah khas yang hanya ada di suatu tempat tertentu dan digunakan oleh suku tertentu. Rumah adat umumnya difungsikan sebagai tempat tinggal namun tidak sedikit pula yang menggunakannya untuk keperluan adat seperti acara warga setempat. Hal ini tidak berbeda dengan rumah lamin atau rumah adat suku Dayak di Kalimantan Timur. Rumah yang satu ini memiliki ciri khas dan gaya unik tersendiri.

Berikut ini adalah beberapa keunikan rumah lamin yang membuatnya berbeda dengan rumah adat suku lainnya. Diantaranya adalah :

1. Bentuk dan Ukurannya Sangat Besar

keunikan rumah lamin
Oleh: phinemo.com

Rumah lamin merupakan salah satu rumah adat di Indonesia yang memiliki ukuran sangat besar. Bentuknya sederhana yaitu berupa persegi panjang dengan atap rumah yang bentuknya seperti pelana kuda.

Hanya saja ukurannya di luar ukuran rumah-rumah pada umumnya. Ukuran rumah lamin cukup fantastis yaitu dengan lebar mencapai 15 hingga 25 meter dan panjang mencapai 200 hingga 300 meter.

Bentuk rumah lamin adalah rumah panggung. Tinggi tiang penyangganya bisa mencapai 3 meter. Tentu saja untuk menaiki rumah lamin, kalian harus menaiki banyak anak tangga. Jumlah anak tangganya menyesuaikan dengan tinggi rumah lamin ini.

2. Material Utama Adalah Kayu Ulin

keunikan rumah lamin
Oleh: www.pengawetkayu.com

Rumah lamin hanya dibangun dengan material kayu ulin. Kayu ini hanya bisa didapatkan di daerah Kalimantan. Semua bagian rumah seperti tiang utama, tiang penyangga, dinding rumah, hingga anak tangga menggunakan kayu ulin.

Kayu ulin merupakan kayu dengan struktur yang sangat kuat. Kayu ini semakin lama digunakan dipercaya akan semakin kokoh. Apalagi jika terkena air, kekuatannya bisa sekuat besi. Hal itulah yang menyebabkan kayu ulin juga sering disebut sebagai kayu besi.

3. Multifungsi

keunikan rumah lamin
Oleh: moondoggiesmusic.com

Saking besarnya rumah lamin, rumah adat ini dimanfaatkan untuk berbagai macam keperluan. Sekarang ini, rumah lamin memang tidak lagi dimanfaatkan untuk rumah tinggal, namun pada jaman dahulu hampir semua keluarga suku Dayak tinggal di rumah ini. Berikut ini adalah beberapa fungsi dari rumah lamin, yaitu :

a. Dihuni Banyak Keluarga

Ukurannya yang sangat besar membuat rumah lamin memiliki banyak ruang di dalamnya. Pada dasarnya, rumah lamin dibedakan menjadi dua bagian yaitu bagian depan dan bagian belakang. Bagian depan adalah ruang tamu yang difungsikan untuk menerima tamu dan tempat diadakannya berbagai macam pertemuan adat. Bentuk ruang tamunya adalah ruang kosong dan panjang.

Pada bagian belakang, kalian akan menemukan deretan kamar tidur. Kamar-kamar ini dihuni oleh beberapa keluarga suku Dayak. Untuk kamar tidur dibedakan berdasarkan jenis kelamin. Kamar anak gadis dan anak laki-laki berbeda-beda. Bagi pasangan yang sudah menikah, ada kamar tersendiri.

b. Kolong Rumah Difungsikan Sebagai Kandang Hewan Ternak

Tingginya rumah lamin membuat ada celah lebar di bawahnya. Celah atau kolong ini kemudian dimanfaatkan untuk digunakan sebagai kandang hewan ternak.

Kalian bisa menemukan kandang ayam, kambing, sapi hingga kuda disini. Selain sebagai kandang, kolong rumah lamin juga digunakan sebagai tempat penyimpanan bahan makanan atau lumbung padi.

4. Rumah Penuh Makna

keunikan rumah lamin
Oleh: moondoggiesmusic.com

Sebagai rumah adat suku Dayak, rumah lamin adalah simbol dari suku Dayak itu sendiri. Rumah ini merepresentasikan karakter dan ciri khas suku utama di Pulau Kalimantan ini. Berikut ini adalah keunikan rumah lamin yang tidak akan kalian temui di tempat lain, yaitu :

a. Menggunakan Warna Dominan Hitam, Putih dan Kuning

Rumah lamin didominasi oleh tiga warna. Penggunaan tiga warna ini sesuai dengan kepercayaan yang mereka anut. Warna putih untuk menggambarkan kebersihan jiwa dan pikiran dari tiap-tiap individu.

Warna kuning adalah simbol bahwa suku ini merupakan salah sutu suku yang berwibawa dan selalu menjunjung tinggi martabat. Warna hitam merepresentasikan keteduhan, kedamaian, dan rasa aman dalam diri mereka.

b. Penuh Ukiran

Selain itu, rumah lamin ini dipenuhi oleh ukiran-ukiran yang mengandung makna filosofis di dalamnya.Ukiran ini kebanyakan terbuat dari kayu. Motif ukirannya beraneka ragam. Mulai dari gambar makhluk hidup, ukiran abstrak, dan lain sebagainya.

Setiap ukiran mengandung makna tersendiri. Salah satu tujuan penggunaan ukiran ini adalah sebagai media untuk menolak bala. Hal ini bertujuan supaya penghuni rumah lamin ini selalu terjaga dari hal-hal yang membahayakan.

c. Ada Patung dan Gambar Kepala Naga

Selain ukiran, keunikan rumah lamin adalah banyaknya patung-patung dewa termasuk kepala naga. Patung ini ada yang terbuat dari kayu, logam, dan beberapa bahan lainnya. Patung-patung ini melambangkan dewa-dewa yang mereka percayai dan sembah. Patung ini umumnya diletakkan di luar atau depan rumah. Hanya patung kepala naga yang diletakkan di atas atap rumah lamin. Secara umum, ada rasa mistis tersendiri yang tercipta di dalam rumah ini.

Keunikan rumah lamin merupakan salah satu hal yang harus terus dipelihara dan dilestarikan. Keberagaman budaya ini meskipun sudah jarang ada namun masih bisa ditemui di beberapa tempat tertentu. Oleh sebab itu, rumah lamin yang saat ini masih berdiri tegak, harus dijaga supaya tidak rusak dan hilang.

Leave a Reply