Inilah Ciri-Ciri Fobia Sosial Pada Anak

Fobia adalah rasa takut yang timbul secara berlebihan terhadap sesuatu. Hal ini dapat berkaitan dengan berbagai macam hal, seperti benda atau suatu keadaan. Sedangkan fobia sosial ini berkaitan dengan rasa takut yang tinggi dengan keadaan sosial. Orang yang menderita gangguan ini akan merasa tidak nyaman saat berbicara di depan banyak orang ataupun di tempat umum karena merasa diawasi. Hal ini menjadi sesuatu yang kurang umum karena manusia adalah makhluk sosial.

Hal yang akan memperburuk fobia sosial pada anak ini adalah suasana yang membuat penderita merasa menjadi pusat perhatian. Mereka akan merasa takut gagal, memalukan dengan apa yang dilakukan di depan umum, dan membuat orang lain berpandangan buruk tentang mereka. Gangguan ini akan menjadi fatal bila dibiarkan terus menerus tanpa adanya solusi untuk perlahan menyembuhkannya. Sebelumnya, mari kenali cirinya terlebih dahulu.

fobia

Ciri-ciri fobia sosial pada anak

1. Merasa gelisah di tempat yang ramai

Anda perlu curiga saat menemui anak yang merasa gelisah saat berada di tempat ramai. Hal ini biasanya karena anak tidak nyaman dan percaya diri di kelilingi banyak orang dan menjadi perhatian.

2. Merasa takut saat bertemu orang baru

Penderita akan merasa takut bertemu dengan orang baru yang asing. Karena mereka akan merasa cemas dengan adanya orang baru di sekitarnya.

3. Merasa takut saat diperhatikan atau diberi penilaian

Anak akan merasa takut akan penilaian orang lain terhadapnya. Karena penderita ini akan merasa malu bila gagal di depan umum.

4. Khawatir akan mempermalukan diri di depan umum

Mereka memiliki rasa khawatir yang berlebihan bila nantinya hal yang dilakukan akan mempermalukan diri sendiri. Padahal melakukan sesuatu yang salah adalah sesuatu yang wajar dan masih dalam batasan yang dapat dimaklumi.

5. Khawatir orang lain akan melihat kecemasan yang dialami

Ciri lainnya adalah takut bila orang lain mengetahui bahwa anak tersebut sedang dalam keadaan cemas atau khawatir karena sesuatu yang tidak nyaman.

6. Menghindari keadaan saat akan menjadi pusat perhatian

Anak yang menderita hal ini akan menghindar dari keramaian dimana dia akan menjadi pusat perhatian yang tentu saja membuat merasa takut dan malu di depan umum.

7. Menghindari kegiatan sosial

Penderita akan cenderung menarik diri dari pergaulan dan kegiatan sosial yang diadakan walaupun kegiatannya sangat menyenangkan. Rasa ini dipicu oleh rasa tidak percaya diri.

8. Bersembunyi saat ada tamu datang ke rumah

Mulailah curiga bila anak bersembunyi ataupun menghindar saat ada tamu yang berkunjung ke rumah. Mungkin anak dapat juga merasa malu, namun hal ini tidak boleh dibiarkan dan harus dilatih agar tidak malu dengan tamu yang datang.

9. Takut saat menerima telepon dari orang yang tidak dikenal

Rasa malu ini cukup berlebihan, terlebih telepon tidaklah perlu bertatapan langsung dengan yang diajak berkomunikasi.

10. Takut menatap orang lain

Kontak mata langsung dengan orang memang kadangkala menimbulkan rasa malu. Namun bila menatap orang lain selalu saja merasa takut, hal ini bisa jadi sebagai salah satu ciri fobia sosial.

11. Sangat malu berbicara di lingkungan sosial

Berbicara di depan umum memang bukan sesuatu yang mudah. Namun bila untuk sekadar menjawab pertanyaan dari orang lain di lingkungan sosial merasa malu, ini bisa jadi salah satu cirinya.

Selain beberapa ciri yang sudah disebutkan diatas, penderita juga akan merasa degup jantungnya menjadi lebih cepat dan berdebar-debar. Anak yang menderita gangguan ini dapat dengan tiba-tiba berkeringat banyak, gugup, menangis, cemas dan lain sebagainya. Hal lain yang mungkin terjadi saat anak di lingkungan sekolahnya adalah bersembunyi saat menunggu gilirannya tampil di hadapan orang banyak. Anak ini akan merasa sangat takut gagal dengan penampilannya sehingga akan dijadikan bahan ejekan.

Penyebab Fobia Sosial Pada Anak

Ada beberapa hal yang bisa menjadi penyebab dari fobia sosial pada anak, antara lain adalah sebagai berikut ini:

1. Faktor gen atau keturunan

Ternyata kelainan seperti ini dapat disebabkan oleh adanya gen dari anggota keluarganya yang menderita hal ini. Anda dapat melihatnya mulai dari awal perkembangan anak saat memasuki dunia sosial.

2. Faktor lingkungan

Lingkungan ternyata juga berperan besar dalam hal fobia sosial ini. Hal ini dapat dipicu karena adanya rasa trauma tentang sesuatu yang membuatnya merasa malu di lingkungan sosial. Karena biasanya bila seorang anak mengalami kegagalan, orang di sekitarnya akan membully, memperolok dan mengucilkannya. Hal ini yang akan menimbulkan rasa trauma dan tentu saja malu yang akan sulit untuk disembuhkan karena menempel di dalam memori.

3. Faktor diri sendiri

Secara psikologis, adanya rasa tidak percaya diri yang berlebihan dan penakut akan membuat seseorang menjadi memiliki gangguan dengan dunia sosialnya. Hal ini bukan karena siapapun, tapi muncul karena pemikirannya sendiri.

Dengan mengetahui ciri dan penyebabnya, sekarang Anda sudah dapat mulai menganalisis bila ada anak yang dicurigai terkena fobia sosial. Jangan tunggu terlalu lama, segeralah berbenah agar anak tidak tumbuh dewasa dengan kelainan tersebut yang akan berdampak buruk bagi masa depannya.

Cara Mengatasi Fobia Sosial Anak

Untuk mengatasinya, ada beberapa cara yang dapat dicoba antara lain adalah sebagai berikut ini:

1. Melawan rasa takut

Ajaklah anak untuk melawan rasa takut yang ada karena pada dasarnya manusia tak lepas dari kesalahan dan kegagalan. Namun kegagalan yang terjadi bukanlah akhir dari segalanya dan akan menjadi pelajaran agar menjadi lebih baik.

2. Meningkatkan rasa percaya diri

Membangun rasa percaya diri memang tidak mudah, namun anak harus diajarkan sedini mungkin. Percaya bahwa dirinya dapat melakukan segala sesuatu dengan sebaik mungkin.

3. Mempertangguh diri

Untuk mempertangguh diri dengan rasa percaya diri, ikutkanlah anak dalam kegiatan sosial. Hal ini akan melatih mereka beradaptasi dan melihat orang lain yang dapat dijadikan panutan. Salah satu caranya dengan mengasah kemampuannya dan hal yang disenanginya agar merasa nyaman dan membuatnya berfikir positif bahwa dia mampu. Hal ini akan memupuk rasa percaya dirinya dan meminimalisir ketakutannya dengan kegagalan.

4. Mencarikan lingkungan dengan teman yang bisa dijadikan panutan

Anak harus diajak berinteraksi sosial dimana banyak teman-teman sebayanya yang mempunyai mental yang bagus. Dari lingkungannya dia juga akan semakin terpacu untuk melawan rasa tidak percaya dirinya. Hal positif seperti itu harus terus diciptakan sehingga akan mengikis rasa cemas akan kegagalan dengan melihat kegigihan orang lain yang tetap berusaha walaupun sudah gagal.

5. Membiasakan diri di lingkungan sosial yang ramai

Bila perlahan Anak sudah merasa percaya diri, biasakan dia untuk berinteraksi dengan lingkungan sosialnya. Hal ini sebagai terapi dari rasa fobianya yang membuatnya merasa tidak nyaman.

6. Menerima diri apa adanya

Ajaklah anak untuk menerima diri apa adanya dan perlahan berilah pengertian bahwa tidak ada manusia yang sempurna. Anak perlahan akan mengerti dan tidak lagi rendah diri dengan kegagalan yang pernah dialaminya karena itu bagian dari dirinya. Beritahukan pula bahwa dibalik kekurangan tersebut ada kelebihan yang tersembunyi dan harus terus dikembangkan.

Apabila beberapa tips diatas belum juga membuahkan hasil untuk mengatasi fobia sosial pada anak, lebih baik Anda mengunjungi psikolog. Jangan biarkan hal ini berlarut-larut dan terbawa hingga dewasa sehingga membuatnya menjadi pribadi yang menarik diri dari pergaulan sosial.

Leave a Reply