Ayo, Belajar Memilah Sampah Organik dan Anorganik!

Dari dulu hingga sekarang, Indonesia masih bermasalah akan sampah. Kita bisa menemukan adanya banyak sampah yang bertebaran di mana-mana. Salah satu faktor penyebabnya ialah kesadaran akan membuang sampah pada tempatnya di masyarakat masih minim. Banyak orang yang dengan sengaja membuang sampah sembarangan. Akibatnya, lingkungan menjadi kumuh karena adanya banyak sampah. Tak hanya itu saja, kesadaran memilah sampah sebelum di buang di tempat sampah juga masih kurang. Padahal, memilah sampah organik dan anorganik pada dasarnya itu sangat mudah dan tanpa dipungut biaya.

Apa Itu Sampah Organik dan Anorganik?

sampah organik anorganik

Image by RitaE from Pixabay

Sampah organik adalah sampah yang berasal dari sisa makhluk hidup seperti hewan dan tumbuhan. Tak hanya itu saja, makanan hasil olahan daging dan tumbuh-tumbuhan pun termasuk sampah organik. Ciri-ciri dari sampah organik ini ialah mudah busuk. Sampah organik bisa dimanfaatkan sebagai pupuk kompos dan makanan ternak. Contoh dari sampah organik adalah dedaunan, kotoran hewan, sisa makanan, bangkai hewan dan sebagainya.

Sementara itu, sampah anorganik adalah kebalikannya dari sampah organik. Sampah ini tidak mudah busuk. Jadi, meskipun telah tertimbun tanah dalam waktu yang lama, sampah ini akan tetap utuh tidak mengalami penghancuran. Sampah jenis inilah yang sering menjadi masalah dalam kehidupan kita. Sampah anorganik dapat menjadi limbah yang merusak kebersihan lingkungan. Untuk bisa terurai sendiri, sampah anorganik membutuhkan proses waktu yang sangat lama bahkan mencapai ribuan tahun lamanya. Contoh dari sampah anorganik ialah plastik, kaleng, kaca, besi, dan sebagainya.

Minimnya Kesadaran Memilah Sampah Organik dan Anorganik di Indonesia

sampah organik anorganik

Photo by Markus Spiske on Unsplash

Di negara maju seperti Jepang, budaya memilih sampah sudah berjalan dengan lancar. Bahkan, di sana ada sekitar 22 jenis sampah yang harus dipisahkan. Berbanding terbalik dengan Indonesia. Di negara kita, sebenarnya hanya ada 2 jenis sampah yang perlu dipisah, yaitu sampah organik dan anorganik. Akan tetapi, faktanya masih banyak orang yang enggan melakukannya. Mereka membuang sampah pada satu tempat sehingga antara sampah organik dan anorganik tidak terpisah. Pemerintah sebenarnya sudah berupaya menyediakan dua jenis tempat sampah untuk masyarakat. Jadi, ada dua tempat yang satu untuk sampah organik dan yang satunya untuk sampah anorganik.

Pentingnya Memilah Sampah Organik dan Anorganik

sampah organik anorganik

Photo by Hamza Javaid on Unsplash

Jika kita memilah antara sampah organik dan anorganik, maka penumpukan sampah bisa dihindari. Selain itu, hal ini juga bisa memudahkan dalam pemanfaatan sampah organik dan anorganik sebab keduanya bisa diolah kembali.

Jangan sampai terjadi penumpukan sampah karena hal tersebut dapat menimbulkan kuman dan bakteri sehingga kesehatan bisa terganggu. Tak hanya itu saja, ketika ada banyak sampah maka bisa menimbulkan pencemaran udara. Berbagai macam penyakit bisa datang akibat dari udara yang kotor. Misalnya ialah penyakit yang berhubungan dengan pernapasan dan paru-paru.

Selain menimbulkan gangguan kesehatan, penumpukan sampah bisa berdampak pada terjadinya bencana alam seperti banjir. Jika selokan tersumbat dan  sungai dipenuhi oleh tumbukan sampah, hal ini bisa membuat aliran air tidak lancar. Akibatnya, banjir pun datang. Tak sampai di situ saja, ketika banjir datang banyak masyarakat yang rentan terkena penyakit seperti muntah, mual, gatal-gatal dan diare. Sebelum hal itu terjadi, sebaiknya kita lakukan pencegahan dengan membuang sampah pada tempatnya.

Ketika sampah organik dan anorganik di pisah, ada beberapa manfaat yang bisa kita dapatkan, diantaranya ialah:

  • Udara lebih sehat karena tidak tercemar bau sampah yang menyengat
  • Kebersihan air dan lingkungan terjamin
  • Memudahkan dalam pengolahan sampah. Seseorang bisa langsung mengambil jenis sampah yang akan didaur ulang tanpa melakukan sortir kembali. Jika tidak dipisah, tentunya seseorang tersebut harus melakukan pemilihan kembali sehingga bisa menyebabkan kebersihan lingkungan tercemar karena adanya pembongkaran tempat sampah.

Mengapa Sampah Organik dan Anorganik Perlu Dipisah?

sampah organik anorganik

Photo by Lisa Fotios from Pexels

Antara sampah organik dan sampah anorganik perlu dipisah, alasannya ialah:

1. Membutuhkan Waktu Penguraian yang Berbeda

Waktu penguraian yang dibutuhkan antara sampah organik dan anorganik tidak sama. Sampah organik bisa lebih cepat terurai secara mandiri dalam waktu 2 hinga 4 minggu. Contoh dari sampah ini ialah daun. Selanjutnya, sampah anorganik membutuhkan waktu lebih lama untuk bisa terurai dengan sendiri. Waktu yang dibutuhkan ialah antara 100 hingga 100ribu tahun. Hal inilah yang menjadi alasan mengapa sampah organik dan anorganik harus dipisah. Dengan begitu, proses pengolahan sampah menjadi lebih mudah.

2. Bisa Membahayakan Lingkungan

Sampah tidak boleh dibiarkan begitu saja. Setelah sampah di TPA atau Tempat Pembuangan Akhir, sampah-sampah harus diolah sesuai jenisnya. Sampah tersebut mengandung bahan berbahaya bagi kesehatan. Terlebih jenis sampah dari baterai bekas, bahan kimia serta sisa obat-obatan. Untuk menanggulanginya, sampah-sampah tersebut perlu ditangani secara khusus supaya tidak membuat lingkungan menjadi tercemar.

3. Menguntungkan dari Segi Ekonomi

Sampah anorganik bisa disulap menjadi barang bernilai guna dengan tangan-tangan kreatif. Sedangkan sampah organik bisa dijadikan sebagai bahan untuk membuat pupuk kompos. Kedua jenis tersebut dapat menghasilkan barang dengan nilai guna yang lebih. Sampah yang tadinya tidak berguna, setelah diolah kembali bisa dijual. Bahkan, ada beberapa barang kerajinan seni dari sampah daur ulang yang harganya mahal. Kini, ada beberapa pengusaha yang membuat produk dari bahan sampah anorganik. Bahan-bahan dari sampah daur ulang ini ternyata bisa menjadikan bisnis dengan peluang keuntungan yang tinggi.

Cara Memilah Sampah Organik dan Anorganik di Rumah

sampah organik anorganik

Photo by Paweł Czerwiński on Unsplash

Kamu bisa menerapkan memilah sampah organik dan anorganik mulai dari lingkungan rumah. Di awal, kamu akan merasa sulit. Akan tetapi, lama kelamaan hal ini akan menjadi suatu kebiasaan sehingga tidak merasa sulit lagi melakukan pemisahan antara sampah organik dan anorganik. Begini caranya.

  1. Siapkan dua bak sampah. Satu bak sampah untuk jenis sampah organik, dan satu lagi untuk sampah anorganik. Untuk ukurannya, sebaiknya gunakan bak ukuran kecil khusus untuk sampah organik di dalam rumah. Sebab, setiap hari kamu harus mengosongkan jenis sampah ini. tahu kenapa? Alasannya ialah sampah organik mudah busuk. Sementara itu, siapkan bak sampah organik di luar rumah. Bak ini digunakan untuk menampun sampah organik dari bak kecil yang ada di dalam rumah. selain itu, kamu bisa juga membuang daun-daun kering dan ranting-ranting di kebun.
  2. Setiap kali membuang sampah organik dari bak kecil di dalam rumah, pastikan untuk membersihkan bak tersebut. Hal ini perlu dilakukan supaya tidak ada kuman dan bakteri akibat dari pembusukan masakan. Kamu bisa mencuci bak sampah ini kemudian keringkan. Setelah yakin benar-benar bersih dan kering, kamu bisa menggunakannya kembali.
  3. Tumpukan sampah organik di belakang rumah bisa kamu manfaatkan sebagai pupuk kompos. Akan tetapi, jika tidak mau repot, kamu bisa membiarkan sampah organik yang telah dipisah ini diambil oleh petugas kebersihan.
  4. Untuk sampah anorganik seperti plastik, kaleng, koran bekas, kardus dan lain-lainnya, kamu bisa menjualnya ke tukang rosok. Bisa juga barang-barang ini didaur ulang sendiri menjadi barang bernilai guna jika kamu punya daya kreatifitas yang tinggi.

Jika belum terbiasa, memilah sampah sepertinya merepotkan. Akan tetapi, jika sudah dilakukan secara konsisten, hal ini menjadi suatu proses yang berjalan otomatis. Kamu pun tidak akan merasa terbebani.

Leave a Reply