Trakea, Alat Pernapasan Belalang Berbentuk Tabung. Bagaimana Prosesnya, Ya?

Belalang merupakan salah satu jenis serangga yang cukup sering kita temui dalam kehidupan sehari-hari. Namun, ada yang cukup unik dari seekor belalang yaitu alat pernapasannya yang disebut dengan trakea.

Belalang tidak memiliki paru-paru tapi menggunakan trakea untuk bernapas. Keunikan alat pernapasan belalang adalah bentuknya yang seperti tabung atau pipa dengan sistem yang terlihat cukup rumit dan kompleks. Ingin tahu lebih jelasnya? Berikut penjelasannya.

Komponen Alat Pernapasan Belalang dan Fungsinya

Sistem trakea yang ada pada belalang sangat berbeda dengan sistem pernapasan pada manusia. Sistem trakea tidak berhubungan dengan pembuluh darah karena oksigen yang diserap akan langsung menuju pada sel tubuh yang membutuhkan.

Berikut ini adalah bagian-bagian alat pernapasan belalang atau trakea, diantaranya:

1. Spirakel

alat pernapasan serangga

Gambar Oleh: https://www.ekor9.com/

Siprakel atau yang juga disebut dengan stigma adalah jalan untuk keluar dan masuknya udara dari dan ke dalam tubuh serangga. Pada tubuh belalang, terdapat 10 pasang spirakel dimana dua pasang terletak pada bagian dada dan delapan pasang terletak pada bagian perut.

Spirakel akan terbuka saat belalang sedang terbang dan menutup saat serangga beristirahat. Pada bagian tepi spirakel, terdapat bulu-bulu halus yang bertugas untuk menyaring udara yang masuk. Serta sebuah katup untuk membuka dan menutup spirakel.

2. Saluran atau Pembuluh Trakea

alat pernapasan serangga

Gambar Oleh:
https://www.nafiun.com/

Saluran atau pembuluh trakea adalah pembuluh dalam tubuh belalang dengan ukuran paling besar. Pembuluh ini berbentuk seperti tabung atau pipa-pipa panjang yang tersusun atas sel-sel epitel untuk menghasilkan kutikula sehingga membuat bentuk trakea tetap kokoh.

Bagian trakea ini berhubungan langsung dengan spirakel. Antar trakea juga saling berhubungan sehingga akan nampak seperti tangga. Pada bagian pangkal trakea, terdapat bagian yang mengalami pembesaran atau perluasan yang disebut dengan kantung udara.

Bagian alat pernapasan belalang ini berfungsi sebagai alat penyimpanan atau cadangan udara. Pada kantung udara, sel epitel tidak menghasilkan kutikula sehingga strukturnya lebih lentur. Hal ini berfungsi untuk mempermudah proses penyimpanan udara.

3. Trakeolus

alat pernapasan serangga

Gambar Oleh: https://materiipa.com/

Setelah saluran trakea, terdapat pembuluh dengan diameter yang jauh lebih kecil yang disebut dengan trakeolus. Percabangan trakeolus sangat kompleks dan bercabang menjadi lebih kecil dan halus. Itulah mengapa alat pernapasan belalang terlihat cukup rumit.

Bagian paling ujung dari trakeolus berbentuk tumpul dan langsung menyentuh pada bagian sel atau jaringan tubuh. Ujungnya diselimuti oleh cairan berwarna biru gelap. Cairan ini berfungsi untuk melindungi kelembaban pada permukaan jaringan.

Selain itu, cairan biru gelap ini juga akan membantu proses penyerapan dan mempermudah mengikat oksigen dari udara yang disalurkan. Trakeola akan mendifusikan oksigen pada seluruh sel dan jaringan tubuh belalang.

Mekanisme Alat Pernapasan Belalang

alat pernapasan serangga

Gambar Oleh: https://www.smpn6bandarlampung.sch.id/

Jika kalian melihat penampang alat pernapasan belalang, maka akan nampak seperti tabung atau pipa-pipa yang berhubungan satu sama lain. Alat pernapasan ini cukup unik dan kompleks. Namun, mekanisme pernapasannya sebenarnya cukup mudah.

Mekanisme alat pernapasan pada belalang ini diatur oleh otot yang terdapat pada bagian abdomen atau perut. Berikut ini adalah tahapan pernapasan belalang, yaitu :

1.Udara Masuk

Otot perut membantu memompa udara masuk dan keluar tubuh melalui spirakel. Saat otot perut mengendur, katup udara terbuka sehingga udara bisa masuk ke dalam saluran trakea. Begitu pula sebaliknya.

Udara yang masuk akan disaring oleh bulu halus di tepi spirakel. Hal ini juga bertujuan supaya tubuh serangga tidak kehilangan banyak air. Udara yang masuk ke dalam saluran trakea membawa oksigen.

2. Udara Mengalir

Udara yang masuk selanjutnya akan mengalir melalui tabung-tabung trakea menuju ke kantung udara sebelum akhirnya tiba di trakeolus.

3. Pertukaran Udara

Oksigen yang dibawa oleh udara akan disalurkan oleh trakeolus. Telah disebutkan sebelumnya bahwa pada bagian ujung trakeolus terdapat cairan berwarna biru gelap. Cairan ini akan membantu proses pertukaran oksigen dari udara ke sel atau jaringan tubuh.

Saat pertukaran udara terjadi, oksigen masuk ke dalam sel atau jaringan tubuh sedangkan karbondioksida berdifusi keluar dari sel tubuh. Cairan biru gelap akan membantu proses pengikatan oksigen dan karbondioksida.

Saat sedang aktif, belalang akan membutuhkan banyak oksigen. Cairan biru trakeola akan ditarik masuk ke dalam sel sehingga menyebabkan tekanan udara di dalam trakeola menjadi rendah. Hal ini akan membuat lebih banyak udara dialirkan masuk ke dalam trakeola.

Proses pengeluaran karbondioksida dibantu oleh sel-sel yang ada di sekitar spirakel. Sel tersebut akan berkontraksi saat mendeteksi penumpukan karbondioksida. Hal ini akan membuat katup spirakel menjadi terbuka untuk mengeluarkan tumpukan karbondioksida tersebut.

4. Tempat Pengambilan dan Pengeluaran Udara

Alat pernapasan belalang ini memiliki mekanisme yang teratur. Empat pasang spirakel yang berada di bagian depan bertugas untuk mengambil udara dari luar. Empat spirakel ini merupakan tempat yang kaya akan oksigen.

Sedangkan, enam pasang spirakel yang berada di bagian belakang merupakan tempat mengeluarkan udara dari dalam tubuh. Di tempat inilah dilakukan penumpukan karbondioksida sebelum dibuang ke luar tubuh.

Alat pernapasan belalang berbeda dengan alat pernapasan manusia. Oksigen yang diambil dari udara langsung ditujukan pada sel atau jaringan tubuh yang membutuhkan. Mereka tidak menggunakan darah untuk mengalirkan oksigen. Darah pada belalang hanya dipergunakan untuk mengalirkan sari-sari makanan saja.

Itulah penjelasan singkat tentang alat pernapasan belalang yang disebut dengan trakea. Alat pernapasan berbentuk tabung ini cukup unik. Pada dasarnya, setiap makhluk hidup memiliki sistem dan mekanisme tersendiri yang ada dalam tubuhnya. Perbedaan ini merupakan bentuk penyesuaian terhadap kebutuhan makhluk tersebut dan menjadi hal yang menarik untuk dipelajari.

Leave a Reply