Mau Tahu Proses Terjadinya Hujan? Yuk, Kita Cari Tahu Bersama!

Saat melihat awan hitam dan tebal yang menggantung di langit, pasti kita akan berpikir bahwa hujan akan segera datang. Namun bagaimanakah sebenarnya proses terjadinya hujan? Bagaimana awan hitam tersebut bisa berubah menjadi tetesan air? Jika kalian penasaran tentang asal muasal dan bagaimana terjadinya peristiwa alam yang satu ini, mari kita simak informasi berikut.

4 Tahapan Proses Terjadinya Hujan

Hujan merupakan salah satu kejadian di alam yang sudah tidak asing dalam keseharian kita. Terlebih lagi di negara Indonesia yang termasuk dalam negara tropis, dimana musim penghujan terjadi hampir setengah tahun lamanya.

Hujan adalah proses turunnya air dari langit yang berupa tetes atau titik-titik air. Berikut ini akan diulas lebih lanjut tentang tahapan-tahapan terjadinya hujan mulai dari awal hingga akhir. Diantaranya adalah :

1.Penguapan Air dari Permukaan Tanah

proses terjadinya hujan

Gambar oleh pladicon2012acacias dari Pixabay

Banyak sekali jenis air yang ada di permukaan tanah. Ada air laut, sungai, danau, genangan air dan lain sebagainya. Air-air di permukaan tanah ini akan mengalami penguapan ketika sinar matahari menyinarinya.

Sinar matahari memberikan efek panas sehingga menyebabkan air menguap. Penguapan tidak hanya terjadi pada benda cair saja, benda padat pun akan mengalami penguapan. Contohnya seperti tumbuhan, hewan dan manusia.

2. Pemadatan Uap Air

proses terjadinya hujan

Gambar oleh Ashish Bogawat dari Pixabay

Uap air akan naik ke atas langit dan pada titik tertentu akan terjadi proses kondensasi. Kondensasi adalah sebuah proses perubahan dari wujud gas menjadi wujud yang lebih padat. Proses terjadinya hujan dimulai dari hal ini.

Dalam proses ini, uap air akan berubah menjadi embun dan berkumpul dengan embun uap air lainnya. Semakin banyak embun yang berkumpul, akan semakin besar dan memadat. Padatan embun ini disebut dengan awan.

Tetes air yang terbentuk menjadi awan ini hanya memiliki diameter 10-40 nm dan kecepatan tetesan 0,01-5cm per detik. Embun yang memadat ini tidak akan jatuh ke bumi karena kecepatan aliran udara dari bawah ke atas jauh lebih besar.

3. Pembentukan Awan Besar

proses terjadinya hujan

Gambar oleh Evgeni Tcherkasski dari Pixabay

Proses terjadinya hujan tidak lepas dari kontribusi adanya angin. Angin adalah pergerakan udara dari suatu tempat ke tempat lain yang disebabkan oleh perbedaan tekanan. Angin berhembus dari tempat bertekanan tinggi ke daerah bertekanan rendah.

Awan yang terdiri dari tetes-tetes air akan bergerak mengikuti angin yang membawanya. Awan-awan ini berkumpul di daerah bertekanan rendah dan bergabung menjadi satu dengan awan-awan lainnya.

Semakin banyak jumlah awan yang berkumpul, maka akan semakin besar ukuran awan dan semakin kelabu warnanya. Hal ini dikarenakan mereka membawa banyak sekali gumpalan awan-awan berisikan air.

4. Turunnya Air Hujan

proses terjadinya hujan

Gambar oleh David Mark dari Pixabay

Ketika ukuran awan semakin besar dan berwarna semakin gelap, titik air akan semakin berat. Diameter tetes air akan semakin besar dan tidak mampu lagi untuk dibendung. Hal ini juga dipengaruhi oleh gaya gravitasi bumi.

Dengan diameter titik air yang semakin besar, kecepatan jatuhnya air pun bisa melawan kecepatan aliran udara dari bumi. Itulah awalnya tetesan air jatuh ke bumi. Semakin besar ukuran awannya, semakin banyak tetesan air yang jatuh.

Selain proses terjadinya hujan, kalian juga perlu mengetahui beberapa hal tentang hujan berikut ini.

1. Tidak Semua Air Menetes ke Bumi

Tetes air yang jatuh dari awan tidak semuanya sampai di permukaan bumi. Diameter titik air yang menetes ternyata bervariasi. Titik air yang lebih kecil akan kembali ke atas ketika menembus lapisan atmosfer. Lapisan ini lebih hangat sehingga menyebabkan tetes air menguap lagi.

2. Bentuk, Ukuran dan Kecepatan Air Hujan

Tahukah kalian bagaimana sebenarnya bentuk dari air hujan? Tetesan air hujan memiliki bentuk seperti kue kering. Ada pula yang berbentuk seperti serpihan salju yang meleleh saat terkena panas.

Ukuran butir-butir air hujan rata-rata adalah 0,5 mm atau 0,02 inci untuk diameternya. Sedangkan untuk kecepatannya, tergantung pada jenis wilayahnya. Di daerah yang agak panas, kecepatan air hujan lebih rendah dibandingkan daerah dingin atau lembab.

Itulah beberapa informasi mengenai hujan dan proses terjadinya hujan yang kita alami sehari-hari. Turunnya hujan di bumi merupakan indikasi bahwa alam sedang menjaga keberadaannya. Tanpa hujan, bumi akan kering kerontang dan kekurangan air. Oleh sebab itu, kita harus menjaga supaya siklus hujan bisa berlangsung normal dengan tidak merusak alam.

Leave a Reply