Penasaran dengan Proses Terjadinya Bioma Tundra? Yuk, Pelajari Bersama!

Menurut KBBI, bioma merupakan wilayah yang mempunyai sifat geografis atau iklim yang sama, seperti hutan tropis, padang pasir, padang rumput, dan sebagainya. Sementara, tundra berarti daerah tandus yang tidak memiliki pepohonan sama sekali, biasanya hanya berupa padang lumut yang menghiasinya.

Dengan begitu, dapat kita simpulkan bahwa bioma tundra merupakan suatu ekosistem berupa dataran luas yang tidak memiliki pohon sama sekali. Hal tersebut terjadi karena letak geografis dan astronomisnya yang hanya ada di kutub utara dan selatan. Biasanya bioma tundra kutub utara dapat kita temukan di sekitar lingkar Artik dan Greenland. Sementara, kutub selatan letaknya berada di Antartika dan pulau kecil sekitarnya.

Walaupun sangat luas, wilayah tersebut bukan tempat yang layak untuk dijadikan sebagai tempat tinggal dan beraktivitas dalam kehidupan sehari-hari seperti di wilayah lainnya. Pengaruh cuaca yang cukup ekstrem di kedua kutub tersebut membuatnya tidak dapat ditinggali oleh manusia. Untuk mengetahui informasi lengkapnya, kita simak pembahasannya di bawah ini, yuk Teman-Teman!

Proses Terjadinya Bioma Tundra

Letak astronomis dan geografis dari ekosistem ini merupakan faktor utama terciptanya bioma tundra. Sinar matahari tidak dapat menyinari ujung pada kutub utara dan selatan, mengakibatkan hampir 20% daerahnya tidak terkena sinar matahari dan mengalami kegelapan dalam waktu yang lama.

Seperti yang kita ketahui, jika sebuah ruangan tidak pernah mendapatkan sinar matahari. Ruangan tersebut akan menjadi lembab dan ditumbuhi oleh jamur. Begitu pula dengan yang terjadi pada ekosistem bioma tundra di kutub utara dan selatan.

Tidak hanya itu saja, hal itu mengakibatkan pertumbuhan tanaman di daerah tersebut tidak tumbuh secara maksimal sehingga disebut sebagai tanaman kerdil karena ketinggiannya lebih kecil dibandingkan dengan tinggi tumbuhan yang terkena sinar matahari secara optimal. Beberapa tumbuhan kerdil tersebut bahkan ditumbuhi lumut kerak dan sphagnum.

Seperti itulah proses terjadinya bioma tundra yang disebabkan oleh tidak adanya cahaya matahari karena letak astronomis dan geografisnya. Oleh karena itu, kalian tidak dapat menemukan pohon yang menjulang tinggi dan hanya dapat melihat dataran hijau luas dari warna lumut yang tumbuh di daerah tersebut.

Karakteristik Bioma Tundra

Setiap ekosistem yang ada di bumi ini memiliki karakter tersendiri yang membuat mudah dikenali. Berikut beberapa ciri dan karakter yang dimiliki oleh bioma tundra, yaitu:

1. Tertutup Es

bioma tundra

Gambar oleh Andreas Schwarzrock dari Pixabay

Seluruh dataran yang ada di bioma tundra tertutup dengan es salju yang membeku. Oleh karena itu, sejauh mata memandang, hal yang dapat kita lihat dan temukan adalah dataran berwarna putih.

2. Musim Dingin Panjang

bioma tundra

Gambar oleh Taken dari Pixabay

Bioma tundra termasuk ke dalam kategori daerah beriklim kutub. Salah satu ciri khasnya adalah memiliki musim dingin yang sangat panjang hingga berbulan-bulan. Musim dingin pada daerah tersebut sangat panjang yaitu sembilan bulan dan selama itu pula daerah tersebut akan mengalami gelap gulita karena tidak adanya sinar matahari. Sementara, musim panas yang terjadi di daerah tersebut sangat pendek, tetapi cuacanya akan sangat panas sekali. Masa berlangsungnya musim panas tersebut hanya tiga bulan saja.

3. Batuan Permafrost

bioma tundra

Gambar oleh Mattias Björkstedt dari Pixabay

Pada ekosistem ini, lapisan tanah yang ada tidak dapat terlihat. Hal itu terjadi karena lapisan tersebut tertutupi oleh lapisan salju beku permanen dan mengubahnya menjadi batuan. Batuan tersebut disebut dengan batuan permafrost.

4. Muncul dan Berkembang dalam Waktu Singkat

bioma tundra

Gambar oleh David Mark dari Pixabay

Kemunculan ekosistem bioma tundra di suatu wilayah kutub utara dan selatan tidak membutuhkan waktu yang lama dan dapat dikatakan cukup singkat. Dalam waktu 30-140 hari, ekosistem ini dapat terbentuk dan berkembang secara otomatis.

5. Daerah Bercurah Hujan Rendah

Perlu kalian ketahui, nih Teman-Teman! Tidak semua wilayah di kutub utara dan selatan ini memiliki ekosistem bioma tundra, lho. Hanya daerah bercurah hujan rendah yang dapat membentuk ekosistem ini, batas curah hujannya adalah 100-250 mm per tahun.

6. Bersuhu Dingin

bioma tundra

Gambar oleh Taken dari Pixabay

Bioma tundra memiliki suhu yang sangat dingin dan angin yang bergerak sangat cepat. Bahkan, suhu tertinggi dari daerah ini adalah 10 derajat celcius dan suhu terendahnya dapat mencapai -35 derajat celcius.

7. Keberadaan Makhluk Hidup

bioma tundra

Gambar oleh Taken dari Pixabay

Seperti yang telah kita ketahui pada pembahasan sebelumnya, di daerah bioma tundra jarang sekali kita temukan beragam tumbuhan. Letak astronomis dan geografis daerah tersebut mengakibatkan rendahnya keanekaragaman makhluk hidup yang terdapat di daerah tersebut. Bahkan, tempat tersebut sangat tidak layak untuk dihuni oleh berbagai makhluk hidup.

Meskipun begitu, di daerah tersebut masih terdapat satu atau dua tanaman yang dapat hidup. Tanaman tersebut memiliki ukuran yang lebih pendek dibandingkan tanaman pada umumnya yang memperoleh sinar matahari secara optimal.

Biasanya waktu pertumbuhan yang dibutuhkan cukup cepat dan singkat. Hal itu karena matahari menyinari daerah bioma tundra hanya sekitar tiga bulan saja atau sekitar 50-60 hari. Pada saat itu, suhu di daerah tersebut berada pada angka 3-12 derajat celcius. Oleh karena itu, tanaman yang berhasil tumbuh, biasanya berusia paling lama empat bulan saja.

Iklim Bioma Tundra

Berdasarkan klasifikasi iklim dunia, bioma tundra merupakan daerah beriklim es abadi dan tundra. Perpaduan tersebut menyebabkan ekosistem bioma tundra memiliki beberapa karakter pada iklimnya di antaranya adalah sebagai berikut:

  1. Memiliki dua musim yaitu musim panas dan dingin.
  2. Musim dingin memiliki waktu yang lebih panjang dibandingkan dengan musim panas. Biasanya, musim dingin terjadi pada bulan November-Maret dengan waktu malam yang lebih panjang dari siang. Sementara, musim panas terjadi pada bulan Mei-Juli.
  3. Curah hujan di daerah bioma tundra pun sangat rendah, hanya sekitar 250 mm per tahunnya. Bahkan saat turun hujan, bentuknya tidak berupa tetesan air, tetapi berbentuk butiran salju.
  4. Apabila letak matahari sejajar dengan garis khatulistiwa, daerah kutub utara dan selatan pun tidak akan terkena sinar matahari dan daerah bioma tundra pun akan mengalami kegelapan seharian penuh.

Jenis Bioma Tundra

Ekosistem bioma tundra memiliki dua jenis bioma yaitu tundra arktik dan alpine. Kedua jenis bioma tundra tersebut memiliki ciri dan karakter tersendiri, di antaranya adalah sebagai berikut:

1. Tundra Arktik

bioma tundra

Gambar oleh Taken dari Pixabay

Bioma tundra arktik ini merupakan bioma termuda yang ada di dunia. Bioma ini sudah terbentuk sejak 10.000 tahun yang lalu, letaknya sendiri berada di kutub utara tepatnya pada sub-arktik sehingga memiliki nama lain yaitu tundra basah. Biasanya, tundra arktik ini dikelilingi oleh hutan jenis konifer atau taiga.

Selain itu, susunan dari tundra arktik terdiri dari lapisan beku dan batuan permafrost seluas 2000 meter2. Pada bagian lainnya terdapat lembah dan beberapa aliran sungai yang berfungsi untuk keberlangsungan hidup keanekaragaman hayati yang ada di dalamnya.

Jumlah keanekaragaman hayati yang bertahan pada bioma tundra arktik berada pada angka 1.700 jenis tanaman, contohnya adalah semak rendah, sedges, lumut rusa, rumput, lumut kerak, dan sebagainya.

2. Tundra Alpine

bioma tundra

Gambar oleh Taken dari Pixabay

Bioma tundra alpine terletak di pegunungan tertinggi dan memiliki suhu paling dingin sedunia. Meskipun tanahnya tidak selalu membeku, kandungan tanahnya tidak bernutrisi sehingga mustahil jika berbagai jenis tanaman atau tumbuhan dapat tumbuh dengan baik di daerah tersebut. Bahkan, sebagian daerah bioma tundra alpine disebut sebagai daerah tundra kering. Tanaman yang dapat ditemukan di bioma ini hanya tanaman perdu, lichen, alang-alang, dan lumut daun.

Jenis Flora dan Fauna di Bioma Tundra

Setelah mengetahui struktur dan tekstur tanah beserta suhu udara pada bioma ini, dapat disimpulkan bahwa tidak banyak jenis flora dan fauna yang dapat tumbuh di daerah ini. Berikut beberapa karakteristik flora dan fauna yang masih dapat bertahan hidup di daerah tersebut, di antaranya adalah sebagai berikut:

1. Flora

bioma tundra

Gambar oleh Mary Pahlke dari Pixabay

Meskipun dapat tumbuh di daerah bioma tundra ini, sebatang pohon tidak dapat tumbuh besar seperti jenis pohon pada umumnya. Seperti yang telah kita ketahui, hal itu terjadi karena daerah bioma tundra memiliki musim panas yang pendek sehingga tidak memperoleh sinar matahari yang cukup agar dapat tumbuh dengan tinggi seperti jenis pohon lainnya.

Penyebab lainnya adalah kandungan nutrisi tanahnya tidak mencukupi kebutuhan unsur hara dalam tanaman. Suhu udara yang dingin juga mempengaruhi proses dekomposisi pada tanaman sehingga sulit untuk tumbuh.

Namun, beberapa jenis flora masih dapat ditemui di bioma tundra ini, di antaranya adalah sebagai berikut:

  • Daerah rawa: rumput teki, gambut, dan rumput kapas.
  • Daerah cekungan seperti Greenland: semak dan bentula.
  • Daerah agak kering: lumut, ericeceae, dan rumput teki.
  • Daerah lereng bebatuan: lumut kerak dan alga.

2. Fauna

bioma tundra

Gambar oleh skeeze dari Pixabay

Beberapa jenis fauna yang dapat bertahan di daerah bioma tundra adalah beruang kutub, rusa, caribou, penguin, rubah, dan burung elang. Selain hewan-hewan tersebut masih terdapat beberapa spesies yang datang, contohnya  burung-burung yang bermigrasi sementara, terutama pada saat musim panas terjadi di bioma tundra. Mereka akan membuat sarang dan berkembang biak. Namun apabila musim panas di daerah tersebut telah usai, mereka akan pergi mencari daerah yang lebih hangat dibandingkan di daerah bioma tundra.

Wah, walaupun berada di ujung belahan bumi, ternyata masih ada beberapa makhluk hidup yang dapat bertahan menempati bioma tundra, ya Teman-Teman! Dengan mengetahui hal tersebut, tentu kita harus mengambil langkah dengan menjaga lingkungan sekitar agar pemanasan global yang terjadi tidak semakin parah, seperti mematikan AC jika keluar rumah, mencabut charger, dan alat elektronik lain yang tidak terpakai. Yuk, menjadi bagian dalam melindungi bumi ini, Teman-Teman!

Leave a Reply