Yuk, Berkenalan dengan Ukiran Bali Eksotis nan Cantik!

Bagi sebagian Teman-Teman yang berada di Bali, pasti sudah tidak asing lagi, ya dengan kecantikan dari ukiran Bali ini? Ya, salah satu kekayaan budaya Indonesia ini merupakan ukiran yang banyak diminati oleh masyarakat Indonesia maupun mancanegara. Alasannya karena ukiran Bali ini memiliki nilai artistik yang tinggi di mata penikmatnya. Bahkan, tidak jarang ukiran ini dijadikan koleksi para kolektor internasional.

Para pencinta seni pun sangat mengagumi dan telah mengakui kecantikan, keindahan, dan keelokan ukiran yang berasal dari tanah dewata ini. Kenapa bisa begitu diminati, ya Teman-Teman? Untuk mengetahui alasannya, kita berkenalan secara lebih dalam dengan ukiran Bali ini, yuk!

Tentang Ukiran Bali

Setiap wilayah di Indonesia, pasti memiliki produk dengan ciri khas tersendiri. Begitu pula dengan Bali, seperti yang kita ketahui pada penjelasan sebelumnya, salah satu produk yang terkenal dari Bali adalah ukiran Bali. Berikut beberapa informasi tentang ukiran khas dari Bali, di antaranya adalah:

1. Bahan Baku

ukiran bali

Gambar oleh Andreas Göllner dari Pixabay

Ukiran Bali yang diproduksi, biasanya diaplikasikan pada ukiran kayu dan batu. Pada ukiran kayu biasanya berbahan baku kayu cempaka, moja gaung, dan jati. Harga ukiran Bali tersebut pun relatif mahal karena beberapa jenis kayu tersebut didatangkan dari daerah lain, seperti Flores, Kalimantan, dan Jawa. Hal tersebut membuat harga ukiran jadi lebih tinggi.

Selain ukiran Bali jenis kayu, terdapat ukiran jenis batu. Ukiran batu tersebut terbuat dari batu padas. Ukiran-ukiran batu tersebut biasanya diletakkan pada tempat peribadahan dan dipakai sebagai ornamen pada tempat suci lainnya.

Apabila kalian akan berpergian ke Bali dan ingin membeli ukiran dari batu padas, kalian dapat mengunjungi desa Belayu, Tabanan. Di tempat tersebut, pengrajin seni ukiran Bali dari batu padas dapat kalian temukan dengan mudah.

2. Proses Pembuatan

ukiran bali

Gambar oleh Eugene S dari Pixabay

Pembuatan ukiran Bali hanya dilakukan oleh para pemahat yang sudah profesional dan berpengalaman karena dalam membuat ukiran tersebut membutuhkan ilmu dan teknik yang mumpuni. Dengan begitu, para kolektor atau penggemar ukiran tersebut dapat mendapatkan hasil ukiran terbaik dari pengrajinnya.

Biasanya para pemahat tersebut akan melakukan beberapa langkah kerja. Berikut adalah langkah kerja pembuatan ukiran:

  • Membuat pola gambar yang akan diukir.
  • Nggeta’ki: memindai garis pada lukisan atau pola pada kayu.
  • Ndasari: mencongkel dasar pada luar motif agar mendapatkan bentuk yang diinginkan.
  • Mbukaki: membentuk pahatan pada motif bunga, daun, dan batang.
  • Mbenangi: membentuk benangan garis pada motif batang, daun, dan bunga serta lekukannya.
  • Cawen: membentuk garis pada lekukan daun dan bunga.
  • Mbabari: merapikan dan membersihkan bagian ukiran yang belum sempurna.
  • Finishing: pekerjaan tahap akhir untuk membersihkan dan menghaluskan agar terlihat antik serta berkualitas.

3. Waktu Pembuatan

Waktu yang dihabiskan dalam pembuatan ukiran Bali tergantung pada model dan besarnya ukuran. Ada beberapa ukiran yang dapat dikerjakan dalam waktu singkat dan ada yang berbulan-bulan. Selain itu, tekstur kepadatan kayu juga mempengaruhi lama atau tidaknya pembuatan sebuah ukiran.

Untuk kayu setinggi dua meter, pemahat membutuhkan waktu setidaknya 3-5 bulan. Meskipun terbilang cukup lama, hasil ukirannya dapat memuaskan para kolektor. Terlebih, ukiran Bali tersebut memiliki keindahan dan keunikan tersendiri.

Aneka Jenis Ukiran Bali

Ukiran Bali yang indah dan memesona memiliki jenis yang beragam. Berikut beberapa jenis ukiran khas Bali yang dapat mempercantik sudut ruangan dalam rumah kalian di antaranya adalah:

1. Arjuna Shinta Tiga Dimensi

ukiran bali

Gambar oleh: https://metrobali.com/

Nama tokoh Arjuna dan Shinta sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat Bali. Mereka sering ada dalam tokoh pertunjukan seni budaya wayang di Pulau Dewata tersebut. Mereka pun sering kali dijadikan objek ukiran. Bahkan, bentuk ukirannya pun berbentuk lekukan tiga dimensi yang amat sangat memesona.

2. Tapak Budha

Para pemahat ukiran Bali pun sering memilih tapak Budha untuk dijadikan ukiran. Bentuk tersebut terpilih karena tokoh tersebut dapat memiliki prinsip hidup dan filsafat dalam memperoleh kebahagiaan dalam kehidupan sehari-hari.

3. Rangda

ukiran bali

Gambar oleh lisaoganissian dari Pixabay

Rangda merupakan salah satu tokoh mitologi di Bali. Dahulu kala, tokoh ini merupakan pemimpin Perang Barong yang pernah terjadi di Pulau Dewata. Biasanya ukiran ini digambarkan dengan mata bulat dan mulut terbuka lebar.

Wah, ternyata ukiran Bali ini banyak sekali keunikannya, ya! Kita jadi mengetahui alasan para kolektor dalam dan luar negeri yang mengagumi ukiran tersebut. Ukiran Bali yang eksotis nan cantik ini memang sangat susah kita temukan di daerah lainnya. Tidak heran, jika para kolektor rela mengeluarkan isi dompetnya berapa pun harga yang ditawarkan. Mari terus-menerus melestarikan ukiran Bali ini agar tetap menjadi salah satu kekayaan budaya Indonesia!

Leave a Reply