Pengertian Jujur, Bagaimana Mengajarkannya Pada Anak

Pengertian jujur – Kejujuran merupakan sebagian kecil dari nilai kehidupan yang harus dimiliki oleh manusia sejak usia dini. Mempunyai sifat yang jujur akan membuat Anda dipercaya oleh orang lain dan akan membawa kebaikan dalam hidup. Jika Anda adalah orang tua yang sudah memiliki anak, maka sangat penting untuk menanamkan serta mengajarkan kejujuran pada anak sejak ia kecil. Yang bisa Anda ajarkan mengenai kejujuran adalah berupa perkataan, sikap, atau tindakan yang dijadikan sebagai pembelajaran guna mendapatkan hidup yang baik di masa depannya kelak.

pengertian jujur

Terdapat sebuah pepatah yang juga mengatakan bahwa kejujuran itu adalah mata uang yang berlaku di negara manapun. Pepatah yang demikian juga patut Anda perkenalkan kepada anak sejak usianya masih dini. Karena penanaman ilmu kepada anak sejak dini biasanya akan lebih mudah dicerna dan diserap oleh anak. Sehingga nantinya anak Anda akan mengamalkan ilmu tersebut hingga dewasa nanti.

Lalu bagaimanakah cara yang tepat untuk mengajarkan kejujuran pada anak? Untuk mengetahui penjelasan lengkapnya, mari langsung saja simak uraiannya di bawah ini.

Pengertian Jujur dan Manfaat Kejujuran

Sebelum membahas lebih lanjut mengenai cara yang tepat untuk mengajarkan kejujuran pada anak, ada baiknya untuk mengetahui pengertian jujur itu sendiri dan manfaat yang didapatkannya. Jujur sendiri berarti sebuah kesesuaian sikap yang ditunjukkan berdasarkan perkataan atau perbuatan sebenarnya. Jadi, apa yang telah diucapkan tersebut memang begitulah sesungguhnya dan apa yang telah diperbuat memang benar adanya, sesuai dengan kondisi yang benar-benar terjadi.

Sikap jujur sendiri sangat berkaitan dengan hati nurani. Kata dari hati nurani memiliki sifat yang murni dan suci. Hati nurani Anda pastilah selalu mengajak menuju hal yang baik dan jujur. Akan tetapi, terkadang sebagai manusia kita kerap kali merasa enggan mengikuti hati nurani. Nah, jika yang dilakukan atau diucapkan tersebut tidak sesuai dengan hati nurani, maka hal itu disebut dengan dusta. Sedangkan bila kita mengatakan atau melakukan hal yang tidak sesuai dengan kenyataannya, maka akan disebut dengan berbohong. Dusta dan bohong merupakan perbuatan yang tidak baik dan mampu mendatangkan kerugian.

Kejujuran sangat penting untuk dijunjung. Sebagai manusia yang bermakhluk sosial, tentunya kita membutuhkan kehidupan yang tenang, baik, harmonis, dan juga seimbang. Oleh karena itulah kita harus memiliki sikap yang jujur agar tidak mudah dirugikan, dicurangi, atau diperlakukan tidak baik oleh orang lain.

Manfaat mempunyai sikap yang jujur adalah mampu mendapatkan kepercayaan dari orang lain dengan mudah. Di sisi lain, dengan sikap jujur tersebut Anda akan mendapatkan banyak teman. Anda juga bisa mendapatkan ketentraman hidup karena dengan bersikap jujur akan meminimalisir kesalahan Anda terhadap orang lain.

Cara Mengajarkan Kejujuran pada Anak

Cara yang paling baik untuk mengajarkan kejujuran pada anak adalah dengan mencontohkan sendiri apa dan bagaimana perbuatan jujur itu. Sebagai orang tua, Anda harus sadar untuk menanamkan nilai tersebut pada diri Anda. Jangan berharap anak akan mempunyai sikap yang jujur jika sang orang tua sendiri tak pernah mencontohkannya. Karena anak hanyalah bocah polos yang tak mengerti apa pun, jadi dia akan menirukan perbuatan atau sikap orang tua yang selalu ada di sisinya. Untuk itulah sangat penting mencontohkan bagaimana sikap kejujuran pada anak Anda. Jadi pengertian jujur bukan hanya kata-kata tetapi tindakan sebagai contoh yang paling baik.

Selain cara diatas, ada pula beberapa cara lain yang bisa Anda gunakan untuk mengajarkan kejujuran pada anak. Bagaimana saja caranya?

1. Terapkan Sikap Jujur dalam Kehidupan Sehari-hari

Penjelasan yang berupa teori atau cerita saja tidak cukup untuk bisa menumbuhkan rasa jujur pada anak, melainkan harus dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini disebabkan karena pada umumnya anak lebih membutuhkan tindakan yang nyata dalam pandangan mereka, sehingga penjelasan mengenai pengertian kejujuran tak hanya menjadi teori yang tak mereka pahami.

Cobalah untuk menerapkan sikap ini pada keseharian anak, seperti pada ucapan atau tindakannya. Tentu  saja apa pun yang diucapkan harus konsekuen dengan apa yang telah diperbuat. Karena biasanya kalimat yang hanya diucapkan mulut inilah yang sulit dipercaya. Dalam tahap ini orang tua perlu belajar banyak supaya bisa menanamkan kejujuran pada anak sehari-hari.

2. Berikanlah Pengertian Bahwa Tuhan Maha Melihat dan Mengetahui

Sebagai manusia yang beriman, tentunya Anda percaya bahwa Tuhan Maha Melihat dan Mengetahui segala hal yang kita perbuat. Pengertian seperti inilah yang harus Anda sampaikan pada anak. Perkenalkan pada anak dan tanamkan keyakinan bahwa dimanapun dan kapanpun mereka berada, pasti Tuhan selalu melihat dan akan mengetahui jika mereka melakukan kebohongan.

Dengan demikian, bagaimana cara orang tua untuk tetap mengetahui kejujuran anak? Modal yang utama adalah kepercayaan. Tanamkan pula rasa kepercayaan pada anak agar mereka bisa melakukan segala hal dengan baik dan tenang. Jika Anda tak bisa mempercayainya, maka anak-anak Anda pasti akan merasa terluka.

3. Berikan Pula Pemahaman Bahwa Jujur Itu Nikmat

Terdapat serangkaian sikap kejujuran yang akan terasa nikmat, namun kenikmatan tersebut tak bisa dirasakan secara langsung. Hal seperti ini yang juga penting untuk diajarkan pada anak. Berikanlah pemahaman pada sang anak untuk selalu mendahulukan sikap jujur, karena kejujuran tersebut akan mengantarkan mereka pada kehidupan yang lebih baik tanpa beban berarti yang bisa mengganggu kenyamanan dan ketenteraman.

4. Jangan Lakukan Tindakan yang Berlebihan

Jika anak Anda terlanjur melakukan kebohongan, maka Anda tidak perlu melakukan tindakan berlebihan untuk menghukumnya. Karena dengan menghukum justru tak akan menolong apapun. Mereka sendiri tak akan sadar bahwa hal yang dilakukannya adalah salah. Bila Anda bersikap secara berlebihan, maka dimasa dewasanya kelak ia akan takut mengakui kesalahannya. Berikan pengertian secara baik-baik bahwa perbuatan bohongnya adalah tindakan yang salah. Ajak bicara secara halus agar ia mau mengakui apa yang diperbuat. Penting pula untuk menjelaskan bahwa di lain kesempatan anak tidak boleh mengulangi perbuatan itu lagi.

5. Janganlah Bertanya Bila Anda Sudah Tahu Jawabannya

Cara yang selanjutnya adalah menghindari pertanyaan bila sudah tahu jawabannya. Misalnya saja ketika ada makanan yang tumpah, janganlah sekali-kali menanyakan, “Siapa yang menumpahkan makanan?”, padahal Anda sudah tahu bahwa anaklah yang melakukannya. Pertanyaan semacam ini justru akan mendorong anak untuk berbohong. Berikan pertanyaan lain yang lebih halus, seperti “Oh, ada makanan yang tumpah. Siapa yang mau membantu untuk membersihkan?”, pertanyaan macam ini akan lebih mudah membuat anak bersikap jujur atas perbuatannya.

6. Berikanlah Pujian Ketika Anak Sudah Bersikap Jujur

Saat anak datang pada Anda untuk mengakui perbuatan yang telah dilakukannya, maka sebaiknya Anda berikan pujian terhadap kejujurannya tersebut. Setelah itu, Anda bisa mengingatkan secara baik-baik bahwa perbuatannya tadi adalah hal yang salah dan tak boleh dilakukan. Pujian semacam ini mampu membuat anak untuk terbiasa berkata jujur.

7. Berikanlah Contoh Dampak dari Perbuatan Bohong

Cara selanjutnya untuk mengajarkan anak mengenai kejujuran adalah dengan memberikan contoh dampak buruk mengenai kebohongan. Jelaskan kepada anak bahwa bohong adalah perbuatan yang tidak baik. Selain itu, bohong dapat merugikan orang lain dan membuat hidup menjadi tidak tenteram.

8. Berhenti Melakukan Labeling pada Anak

Bila pada suatu waktu kebetulan Anda mengetahui anak sedang berbohong, jangan lantas melabeli dirinya sebagai pembohong. Bicarakan saja baik-baik dengannya agar mau mengakui perbuatannya dan berikanlah penjelasan mengenai kesalahan tersebut. Karena labeling justru akan membuat anak Anda takut untuk mengatakan kebenaran.

Demikian ulasan ini membahas tentang pengertian jujur dan cara mengajarkannya pada anak. Memang mendidik anak tidaklah mudah, tapi Anda harus tetap bersabar supaya anak bisa menjadi manusia yang lebih baik dalam kehidupannya. Ajarkanlah sikap-sikap positif demi masa depannya.

Leave a Reply