Sudah Pernah Lihat Hujan Meteor? Yuk, Kita Pelajari tentang Hujan Meteor!

Fenomena alam memang sangat menarik untuk dipelajari, termasuk segala sesuatu yang berkaitan dengan benda langit. Dalam disiplin keilmuan, ilmu yang meneliti benda langit dan fenomena alam yang terjadi di luar atmosfer bumi disebut dengan astronomi. Akhir-akhir ini banyak masyarakat awam juga tertarik untuk mempelajari tentang hujan meteor. Peristiwanya yang sangat indah cukup mengundang rasa penasaran. Bagi kamu yang juga ingin belajar seputar meteor, silahkan simak penjelasan lengkap berikut ini.

Sekilas Mengenal Arti Hujan Meteor

hujan meteor
Photo by Nick Ilyasov on Unsplash

Hujan meteor merupakan fenomena di mana langit malam terlihat bersinar karena sejumlah meteor memasuki atmosfer bumi dengan kecepatan tinggi. Pada umumnya ukuran meteor hanya sebesar butir pasir dan hancur terlebih dahulu sebelum sampai di permukaan bumi. Akan tetapi, ada kalanya meteor tidak habis terbakar saat menembus masuk ke bumi. Kondisi ini disebut sebagai meteorit.

Baca Juga  Inilah 23 Permainan Tradisional Indonesia Yang Mungkin Tidak Kamu Kenal

Proses Terjadinya Hujan Meteor

hujan meteor
Photo by Arto Marttinen on Unsplash

Ketika komet melintasi bagian dalam tata surya, bagian permukaannya mengeluarkan partikel debu dan gas. Hal ini diakibatkan oleh cahaya matahari. Kemudian, meteor tersebut akan masuk ke atmosfer bumi saat bumi melewati dekat orbit komet. Namun, tidak semua meteor berasal dari komet, sebab ada pula hujan meteor yang bersumber dari asteroid atau debu-debu dari meteor itu sendiri.

Pada umumnya, meteor yang memasuki atmosfer bumi akan habis terbakar karena mengalami gesekan dengan mesosfer. Lapisan atmosfer ini memang berfungsi untuk menghalangi benda langit jatuh ke bumi. Banyak orang menyebutnya sebagai bintang jatuh.

Adapun meteor berukuran besar yang tidak habis terbakar akan jatuh mencapai bumi dan berpotensi membentuk kawah meteor, seperti yang pernah terjadi di kawasan Arizona, Amerika. Jika meteor yang jatuh ini berjumlah banyak, maka peristiwa meteor jatuh ini dinamakan dengan hujan meteor.

Macam-Macam Hujan Meteor

Berikut beberapa macam hujan meteor berdasarkan posisi radiannya, yaitu:

1. Hujan Meteor Quadrantid

hujan meteor
Oleh: https://www.vox.com/

Quadrantid adalah hujan meteor yang asalnya dari asteroid. Terletak di rasi bintang quadrand muralis membuat hujan ini akan terjadi saat akhir bulan Desember hingga awal Januari. Di Indonesia, quadrantid biasanya terlihat dari arah timur laut sekitar pukul 00.00 atau pukul 03.00 WIB sampai menjelang fajar.

Baca Juga  Cara Membuat Komik untuk Pemula

2. Hujan Meteor Lyrid

hujan meteor
Oleh: https://apod.nasa.gov/

Berbeda dengan sebelumnya, hujan meteor ini berasal dari sisa debu ekor Comet C/1961 G1 Thatcher dengan kemiringan 80 derajat pada bidang sistem tata surya. Lyrid terletak di posisi radian Lyra dan muncul sekitar tanggal 16 sampai 26 April. Penampakan meteor ini dapat diamati pada pukul 00.00 hingga 03.00 WIB.

3. Hujan Meteor Eta Aquariids

hujan meteor
Oleh: https://earthsky.org/

Eta aquariuds adalah meteor dari pecahan komet Halley dan hanya muncul setiap 76 tahun sekali. Letaknya berada di kontalasi aquarius atau eta aquarii, namun bisa disaksikan dari segala arah. Adapun waktunya adalah sekitar pukul 02.00.

4. Hujan Meteor Delta Aquariids

hujan meteor
Oleh: https://cosmosmagazine.com/

Delta aquariids sama dengan eta aquariids yang terletak di konstalasi Aquarius. Namun perbedaannya, meteor ini berasal dari komet Kracth Sungrazing dan Marsden. Hujan meteor ini terjadi antara tanggal 28 hingga 30 juli dan dapat dilihat dari bumi bagian utara. Biasanya akan jatuh 15 sampai 20 meteor setiap jamnya.

5. Hujan Meteor Perseid

hujan meteor
Oleh: https://www.vox.com/

Meteor ini terjadi akibat serpihan debu yang berasal dari komet Swift Tuttle. Komet ini mengitari matahari sekali dalam waktu 130 tahun. Letaknya berada di konstalasi Perseus dan akan terjadi sekitar pertengahan Juli sampai Agustus. Hujan meteor ini biasanya terlihat di wilayah bumi bagian utara.

Baca Juga  Wajib Tahu Pakaian Adat yang Berasal Dari Daerah Daerah di Indonesia

6. Hujan Meteor Orionid

Oleh: https://www.mnn.com/

Meteor orionid berasal dari pecahan komet Halley yang melintasi bumi setiap 76 tahun sekali. Posisi radiannya berada di konstalasi Orion, sehingga muncul pada akhir bulan Oktober. Hujan meteor ini biasanya berjumlah 15 sampai 20 dengan warna hijau dan kuning. Adapun waktunya sekitar pukul 00.00 hingga 05.00.

7. Hujan Meteor Leonid          

hujan meteor
Oleh: https://en.wikipedia.org/

Leonid merupakan meteor yang berasal dari komet Swift Temple Tuttle yang melintasi bumi setiap 33 tahun sekali. Posisinya berada di konstalasi Leo, sehingga muncul sekitar pertengahan bulan November dari arah timur menuju barat. Biasanya hujan meteor ini muncul pada jam 22.30.

8. Hujan Meteor Geminid

hujan meteor
Oleh: https://www.amsmeteors.org/

Meteor geminid berasal dari asteroid Palladian 3200 Phaeton. Terjadinya sekitar pertengahan bulan Desember di bagian bumi utara dan selatan. Pada pukul 02.00 sampai 03.00, meteor dengan warna biru, kuning, putih, merah, dan hijau ini bisa terlihat dengan jelas.

Nah, itulah pengetahuan seputar hujan meteor. Semoga bisa menambah pengetahuan kamu tentang astronomi.

Leave a Reply