Kisah Mukjizat Nabi Shaleh dalam Menghadapi Kaum Tsamud

Mengetahui kisah para nabi dan mengambil pelajaran di dalamnya tentu akan membuat kita semakin bijak dalam menjalani kehidupan. Banyak sekali pelajaran yang dapat diambil dari setiap kisah nabi dan dapat membuat diri kita menjadi pribadi yang lebih baik. Hal yang paling penting adalah kita akan semakin percaya terhadap kekuasaan Allah dan percaya bahwa segala hal yang terjadi tidak lepas dari izin-Nya. Nah, hari ini ada kisah Nabi Shaleh yang diberi mukjizat oleh Allah dalam menghadapi kaum Tsamud. Bagaimana kisah selengkapnya? Yuk, kita simak bersama!

Kaum Tsamud

nabi shaleh

Gambar oleh ArtTower dari Pixabay

Kaun Tsamud merupakan kaum yang dahulu tinggal di dataran Alhijir, tempat itu berada di antara Hijaz dan Syam. Dahulu, tempat ini menjadi daerah yang dijajah oleh kaum Aad yang telah tiada karena bencana angin samun yang dikirim oleh Allah. Hal itu terjadi karena kaum Aad yang tidak mengikuti perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.

Pada akhirnya, kekayaan alam yang dahulu dimiliki oleh kaum Aad kini dimiliki oleh kaum Tsamud dan mereka pun diberikan oleh Allah hidup yang makmur dan berkecukupan. Kaum Tsamud dianugerahi tanah yang subur dengan hasil alam yang begitu melimpah. Selain itu, binatang ternak yang dimiliki oleh kaum Tsamud kondisinya sangat sehat dan menghasilkan susu dan daging dengan kualitas yang bagus. Hal itu terjadi karena binatang ternak pun memperoleh bahan pangan dari hasil kebun yang berkualitas tinggi.

Bahkan semua penduduk kaum Tsamud memiliki tempat tinggal yang besar dan bagus untuk ditinggali bersama seluruh keluarga. Kehidupan mereka begitu sejahtera dan berlebih, tetapi kenikmatan dunia yang mereka miliki membuat mereka lupa untuk bersyukur pada Allah, sang pemberi kenikmatan yang mereka miliki saat ini.

Hal itu terjadi karena kaum Tsamud ini tidak mengenal adanya Allah dalam kehidupannya. Mereka hanya menyembah patung yang dianggap sebagai Tuhan dan dapat mengabulkan segala permohonan.

Apabila mereka memiliki permohonan atau ingin melakukan tolak bala, hal yang mereka lakukan adalah memberikan persembahan dan sesaji pada patung tersebut. Mereka tidak mengetahui bahwa patung tersebut hanyalah benda mati yang tidak memiliki kekuatan apa pun.

 

Perjalanan Dakwah Nabi Shaleh Kepada Kaum Tsamud

nabi shaleh

Gambar oleh RENE RAUSCHENBERGER dari Pixabay

Allah yang begitu menyayangi setiap makhluk yang berada di bumi ini, tentu tidak ingin melihat hamba-Nya berada di jalan yang tidak Allah ridai selamanya. Oleh karena itu, Allah mengutus Nabi Shaleh untuk membawa kaum Tsamud kembali ke jalan Allah dengan mengikuti perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.

Allah tidak ingin memberikan azab kepada umatnya sebelum mereka mendapatkan petunjuk dan peringatan. Allah ingin melihat terlebih dahulu, hal apa yang mereka pilih setelah diberikan petunjuk untuk kembali ke jalan yang benar.

Mengubah kebiasaan dalam suatu kaum bukanlah sesuatu yang mudah dan membutuhkan waktu yang panjang karena akan banyak perdebatan yang terjadi di dalamnya. Nabi Shaleh telah dipilih oleh Allah menyampaikan dakwah kepada kaum Tsamud, tempat beliau tinggal dan dibesarkan.

Nabi Shaleh sendiri dikenal sebagai pribadi yang pandai, cerdik, rendah hati, dan ramah. Beliau berasal dari keluarga terpandang dan dihormati oleh seluruh kaum Tsamud. Hal ini diharapkan dapat menjadi jalan kemudahan agar kaum Tsamud mau kembali ke jalan Allah dan mengimani adanya Allah yang memberi semua rezeki pada kaum Tsamud.

Dengan perlahan Nabi Shaleh berusaha mengenalkan kaum Tsamud pada Allah yang telah memberikan hidup dan berbagai macam rezeki pada kaum Tsamud. Beliau pun menjelaskan bahwa tanah yang subur, hasil bercocok tanam yang berlimpah, ternak yang menghasilkan kualitas baik, dan segala kenikmatan yang diperoleh mereka datangnya dari Allah.

Jadi, sudah sepantasnya mereka menyembah kepada Allah bukan kepada patung yang dibuatnya lalu disembah. Patung yang disembah tersebut hanya benda mati yang tidak bisa memberi pertolongan dan kehidupan yang makmur.

Oleh karena itu, Nabi Shaleh pun mengajak dan meminta agar kaum Tsamud berhenti menyembah patung dan segera memohon ampun kepada Allah atas perbuatan syirik yang dilakukannya selama ini. Allah akan memberikan ampunan bagi para hamba-Nya yang mau bertobat dan tidak mengulangi lagi kesalahannya.

Nabi Shaleh telah menyampaikan dakwah tersebut berulang kali, tetapi belum juga membuahkan hasil. Beliau menegaskan kembali kepada kaum Tsamud dan berkata tidak akan tega menyesatkan saudara-saudara kaumnya dan tujuan dari dakwahnya hanya ingin membawa mereka ke dalam kehidupan yang diridai oleh Allah serta membawa kehidupan kita semua ke arah yang lebih baik.

Namun, tetap saja para kaum Tsamud tidak percaya bahwa Nabi Shaleh adalah utusan Allah Swt. Padahal ajakan menuju kebaikan ini akan membawa mereka ke dalam kehidupan yang lebih baik di dunia dan akhirat kelak. Kaum Tsamud menganggap Nabi Shaleh merupakan orang yang menyebarkan ajaran menyimpang dari apa yang dianut mereka selama ini.

Dahulu Nabi Shaleh dipandang sebagai seseorang yang cerdas dan solutif dalam menyelesaikan berbagai masalah yang datang kepada kaum Tsamud. Namun, semenjak beliau mengajak mereka kembali ke jalan Allah, kaum Tsamud menganggap beliau bertolak belakang dengan kepercayaan dan adat yang dipegang oleh kaum Tsamud.

Kaum Tsamud masih bersikeras menolak dan menganggap ajakan Nabi Shaleh adalah sesuatu yang sesat. Semua perkataan yang disampaikan oleh beliau merupakan sebuah kebohongan belaka, mereka terus-menerus meragukan kenabian yang diperoleh oleh beliau.

Dengan adanya hal tersebut tidak membuat Nabi Shaleh berhenti menyampaikan dakwah, beliau masih berusaha untuk berdakwah hingga titik darah penghabisan. Salah satu cara yang beliau lakukan adalah dengan menceritakan kepada kaum Tsamud berbagai macam kisah kaum sebelumnya yang mendapatkan azab dari Allah karena tidak beriman dan mengacuhkan perintah Allah melalui utusan-Nya.

Nabi Shaleh juga berkata kepada kaum Tsamud, “Hal tersebut dapat terjadi juga kepada kalian apabila tidak juga kembali ke jalan yang Allah ridai, sesungguhnya hal yang disampaikan kepada kalian merupakan petunjuk Allah dan aku tidak mencari keuntungan apa pun dari hal ini.”

Setelah sekian lama menyampaikan dakwah, kaum Tsamud yang menerima dakwah Nabi Shaleh hanya sebagian kecil. Kebanyakan kaum Tsamud yang berkedudukan lebih tinggi dan memiliki rezeki berlebih masih saja menyombongkan diri dan tidak mau kembali ke jalan Allah.

Mereka masih saja menyombongkan kedudukan dan hartanya serta menganggap ajaran yang dibawa Nabi Shaleh tersebut tidak masuk akal. Kaum Tsamud mulai mempertanyakan kelebihan Nabi Shaleh yang akan menjadi bukti bahwa beliau merupakan utusan Allah Swt.

Selain itu, mereka juga meminta Nabi Shaleh untuk berhenti menyebarkan ajaran yang dianggap aneh dan tidak sesuai dengan ajaran nenek moyang mereka. Dakwah yang disampaikan oleh beliau selama ini, dianggap telah memandang rendah patung-patung yang menjadi sesembahan kaum Tsamud tersebut.

Namun, Nabi Shaleh tetap teguh dengan pendiriannya dalam menyampaikan dakwah karena hal tersebut merupakan bagian dari melaksanakan perintah Allah. Kaum Tsamud yang masih tidak mau mengimani adanya Allah terus-menerus mencari cara untuk menghentikan dakwah Nabi Shaleh dan meminta beliau membuktikan kenabiannya dengan menunjukkan hal yang luar biasa dan berada di luar kuasa manusia ketika melakukannya.

 

Mukjizat Nabi Saleh

nabi shaleh

Gambar oleh chiplanay dari Pixabay

Kaum Tsamud memberikan tantangan tersebut agar Nabi Shaleh berhenti menyebarkan ajaran dari Allah dan tidak ada lagi orang yang mau menjadi pengikutnya. Mereka berpikir apabila Nabi Shaleh tidak dapat menunjukkan bukti yang diminta, pasti tidak akan ada lagi orang yang mempercayai perkataan beliau.

Dengan kepintarannya, Nabi Saleh pun memberi tantangan balik kepada kaum Tsamud yang masih belum beriman kepada Allah. Beliau berkata, “Apabila terbukti aku bisa melakukan tantangan yang kalian inginkan, kalian akan beriman kepada Allah dan tidak menyembah patung-patung itu lagi!”

Sesuai dengan permintaan dan tantangan yang diberikan, Nabi Shaleh memohon kepada Allah untuk diberikan mukjizat agar dapat membawa kaum Tsamud kembali ke jalan yang benar. Beliau memohon agar Allah dengan segala kuasa-Nya dapat menciptakan unta betina yang keluar dari batu karang besar. Atas izin Allah, batu karang besar tersebut mulai terbuka lalu keluarlah seekor unta betina.

Kaum Tsamud yang melihat kejadian tersebut, kaget sekaligus heran melihat unta betina yang keluar dari batu karang. Nabi Shaleh berkata, “Janganlah kalian mengganggu unta tersebut karena unta tersebut  ada karena kekuasaan Allah. Unta itu harus dibiarkan mencari makan dan minum di bumi ini.”

Dengan keberhasilan Nabi Shaleh membuktikan mukjizat yang diberikan Allah, rencana kaum Tsamud yang ingin menjatuhkan beliau gagal. Kabar baiknya, semakin banyak orang yang mulai mempercayai ajaran Allah yang disampaikan melalui dakwah Nabi Shaleh.

Beberapa hari kemudian, unta betina tersebut hidup seperti biasanya tetapi ada suatu masalah yang mulai datang. Ketika sang unta betina minum dari suatu mata air, hewan lain tidak berani mendekati mata air tersebut. Hal tersebut membuat para pemilik ternak tidak menyukai keberadaan unta betina tersebut dan menganggapnya sebagai pengganggu.

Kaum Tsamud yang masih  tidak suka dengan dakwah yang diberikan oleh Nabi Shaleh masih saja terus mencari celah untuk menjatuhkannya. Kali ini, caranya adalah dengan menghasut para pemilik ternak yang merasa jengkel karena unta betina Nabi Saleh yang ditakuti oleh hewan peliharaannya sehingga tidak bisa makan dan minum dengan nyaman seperti biasanya.

 

Unta Betina Nabi Shaleh

nabi shaleh

Gambar oleh mikaelthunberg dari Pixabay

Para kaum Tsamud yang tidak suka dengan Nabi Saleh merencanakan untuk melenyapkan unta betina beliau. Banyak bangsawan kaum Tsamud menjanjikan hal menarik jika berhasil melenyapkan unta betina tersebut.

Hal menarik tersebut membuat kaum Tsamud yang belum beriman kepada Allah berlomba-lomba melenyapkan unta bertina tersebut. Setelah berhasil, mereka mengabarkan kematian unta betina tersebut dengan sorak-sorai gembira seakan-akan telah mendapatkan kemenangan.

Sampailah berita tersebut ke telinga Nabi Shaleh, beliau pun berkata, “Aku telah memperingatkan untuk tidak mengganggu unta betina tersebut dan membiarkannya hidup dengan mencari makan dan minum. Kalian yang mengganggu unta tersebut akan mendapatkan azab dari Allah. Tinggal menunggu waktu saja untuk mendapatkan azab karena telah menantang Allah. Janji Allah itu pasti dan tidak akan pernah meleset.”

 

Turunnya Azab Allah pada Kaum Tsamud

nabi shaleh

Gambar oleh xisdom dari Pixabay

Nabi Shaleh yang telah memberitahukan bahwa azab Allah akan segera datang. Beberapa tanda-tanda azab Allah telah datang kepada mereka, pada hari pertama mereka bangun tidur dan wajahnya berubah menjadi kuning. Hari kedua, wajah mereka berubah menjadi merah, hari ketiga muka mereka menghitam, dan pada hari keempat akan mendapat azab yang sangat pedih dari Allah.

Dengan adanya kejadian tersebut, mereka merasa sangat ketakutan dan merencanakan untuk mencelakakan Nabi Shaleh saat semua orang tidur terlelap agar tidak diketahui orang lain. Namun atas izin Allah, mereka terkena batu-batu yang berjatuhan saat akan melakukan hal tersebut. Bebatuan besar itu membuat mereka berjatuhan dan meninggal. Seperti itulah cara Allah menyelamatkan Nabi Shaleh dari orang-orang yang akan bertindak jahat pada dirinya.

Sehari sebelum azab diturunkan, Nabi Shaleh mengajak para pengikutnya untuk hijrah ke Ramlah di Palestina untuk meninggalkan Alhijir beserta orang yang tidak mau beriman pada Allah. Pada akhirnya, kaum Tsamud yang tidak mau mengikuti dakwah Nabi Shaleh binasa terkena petir yang sangat dahsyat disertai dengan gempa bumi yang melenyapkan mereka semua.

Berdasarkan kisah antara Nabi Shaleh dan kaum Tsamud tersebut dapat kita teladani bahwa kita sebagai manusia haruslah berbuat baik kepada sesama makhluk hidup. Tidak hanya kepada manusia saja, tetapi juga hewan bahkan tumbuhan. Percayalah bahwa rezeki yang setiap makhluk hidup miliki tidak akan pernah tertukar. Dengan berbuat baik akan mendatang kebaikan dalam kehidupan kita. Semangat selalu dalam menyebarkan kebaikan yang diridai oleh Allah, ya Teman-Teman!

Leave a Reply