Sudah Yakin Air Laut Berwarna Biru? Cari Tahu Faktanya, yuk!

Berlibur ke pantai merupakan salah satu pilihan yang dipilih oleh kebanyakan orang. Terlebih saat mengalami penat dan jenuh dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Dengan ditemani oleh angin sepoi-sepoi, suara dentuman ombak, dan desir pasir yang dapat menenangkan pikiran, mata kita pun dimanjakan pemandangan laut biru yang begitu indah dan menenteramkan jiwa.

Namun, apakah kalian pernah berpikir benarkah laut berwarna biru? Rasanya setiap warna air di muka bumi ini sama saja yaitu bening transparan. Wah, kalau begitu dari mana, ya asal laut dengan warna biru pada lautan luas tersebut? Untuk mengetahui kebenarannya, kita simak faktanya dahulu, yuk!

Asal Mula Laut Berwarna Biru

Seperti yang telah kita ketahui, laut berwarna biru tersebut warna airnya sama seperti air pada umumnya, bening transparan. Kalian dapat membuktikannya dengan cara memasukkan air laut ke dalam gelas kaca bening. Dengan begitu, kalian dapat mengetahui dengan pasti warna dari laut sebenarnya. Apakah warnanya biru atau sama saja dengan air mineral yang biasa kita konsumsi sehari-hari?

Namun, dari kejauhan kita dapat melihat warna biru dari lautan yang membentang luas. Mengapa hal tersebut dapat terjadi, ya Teman-Teman? Ternyata terdapat berbagai faktor yang menyebabkan laut berwarna biru. Berikut beberapa penyebab dari timbulnya warna biru pada laut, di antaranya adalah:

1. Pembiasan dan Pemantulan Sinar Matahari

laut berwarna biru

Gambar oleh Dimitris Vetsikas dari Pixabay

Untuk dapat melihat suatu benda, mata kita memerlukan cahaya. Begitu pula untuk melihat birunya laut, dibutuhkan sinar matahari sebagai cahaya alami. Dengan sifat alami cahaya yang merambat ke segala arah, serta didasari oleh dua peristiwa yang terjadi karena adanya perambatan, yaitu pembiasan dan pemantulan cahaya, secara kasat mata, cahaya yang terlihat seakan berwarna putih. Namun sebenarnya, terdapat spektrum warna lainnya, seperti merah, biru, kuning, dan sebagainya. Setiap warna tersebut memiliki tingkat penyebaran dan penyerapannya masing-masing terhadap suatu benda.

Proses terbentuknya laut menjadi berwarna biru adalah saat cahaya matahari menyentuh permukaan pada air laut. Sebagian spektrum warna tersebut diserap oleh air laut. Sementara, sebagian warna lainnya dipantulkan dan disebarkan ke segala arah pada permukaan laut.

Spektrum warna yang terserap dengan cepat oleh air laut berupa cahaya merah dan inframerah. Namun, pada spektrum cahaya biru terserap lebih lama lalu diteruskan ke dalam laut, selanjutnya disebarkan ke seluruh lautan, dan dipantulkan kembali ke permukaan laut. Terlebih, spektrum warna biru lebih banyak dipantulkan dibanding dengan spektrum warna lainnya. Semakin dalam kedalamannya, semakin biru pula warna yang dapat kita lihat.

Peristiwa tersebut dapat ditemukan juga saat kalian mengunjungi kolam renang. Jumlah volume air dapat mempengaruhi kepekatan dari pantulan warna biru pada kolam renang. Semakin dalam dan besar kolam renang, semakin terlihat biru warna air yang akan kita lihat.

2. Kandungan Garam

laut berwarna biru

Gambar oleh Dimitris Vetsikas dari Pixabay

Kandungan garam pada laut berasal dari berbagai garam mineral yang dibawa oleh bebatuan dan tanah yang terbawa dari berbagai sumber air, seperti air tanah, danau, dan sungai. Selain itu, dentuman ombak yang terkena bebatuan juga menghasilkan garam. Peristiwa-peristiwa tersebut menyebabkan air laut menjadi asin.

Selain itu, kandungan garam pada lautan pun menentukan warna biru pada laut. Apabila kadar garam yang terkandung dalam air laut semakin tinggi, semakin gelap pula warna biru yang dihasilkan.

Apakah Laut Berwarna Biru Berasal dari Warna Langit?

laut berwarna biru

Gambar oleh PublicDomainPictures dari Pixabay

Kebanyakan orang berpendapat bahwa air laut berwarna biru berasal dari pantulan warna langit. Namun, berdasarkan penelitian para ahli kemungkinan tersebut tidak lebih dari 20% dengan adanya fakta yang menyanggah pernyataan tersebut.

Salah satunya adalah masih banyaknya air laut berwarna biru lebih gelap dibandingkan dengan warna biru pada langit. Berdasarkan logika, tidak mungkin hasil pantulan yang dihasilkan warnanya lebih gelap dari warna yang memantulkannya.

Selain itu saat sore hari, langit berwarna jingga tua, tetapi permukaan air laut tetap berwarna biru. Begitu pula saat langit mendung, warna air laut tidak berubah menjadi hitam melainkan masih biru seperti biasanya. Hal-hal tersebutlah yang membuat pernyataan warna air laut berasal dari pantulan langit menjadi lemah dan tidak dapat dijadikan alasan kuat sebagai asal dari warna biru pada air laut.

Penyebab Laut Berwarna Merah atau Hijau

laut berwarna biru

Gambar oleh Pexels dari Pixabay

Pernahkah kalian melihat laut berwarna merah atau hijau? Jika pernah, ternyata warna-warna tersebut bukan berasal dari gelombang spektrum warna seperti sebelumnya, lho Teman-Teman! Namun, berasal dari organisme kecil yang berada di dalam laut yang bernama fitoplankton.

Fitoplankton merupakan organisme kecil yang hidup di dalam lautan dan memiliki kemampuan untuk memproduksi makanan sendiri. Organisme tersebut pun menjadi sumber makanan bagi organisme laut lainnya.

Keberadaan jumlah fitoplankton yang sangat tinggi dapat menyebabkan warna biru pada laut tidak muncul. Hal itu disebabkan oleh penyerapan gelombang warna dari sinar matahari terhalangi oleh keberadaan warna dari fitoplankton. Oleh karena itu, jika kalian menemukan laut berwarna kemerahan, biasanya terdapat populasi fitoplankton berwarna merah dalam jumlah yang cukup banyak.

Selain fitoplankton, terdapat ganggang yang dapat menyebabkan perubahan warna air laut. Apabila lautan dipenuhi dengan ganggang hijau dapat membuat warna air laut menjadi berwarna hijau. Begitu pula dengan ganggang berwarna merah, warna air laut berubah menyerupai warna darah karena tingginya jumlah ganggang merah.

Nah, sekarang Teman-Teman sudah tahu, kan bagaimana terciptanya laut berwarna biru yang dapat kita lihat saat berkunjung ke pantai? Sekali lagi kita menemukan tanda kebesaran-Nya dalam bentuk yang begitu indah dan unik dalam kehidupan ini. Ditemani oleh berbagai keberadaan makhluk hidup lainnya yang dapat mempercantik lautan dan sekitarnya. Tentu setiap elemen yang membantu terciptanya keindahannya pun harus kita jaga, seperti mengurangi emisi gas agar gelombang elektromagnetik yang menciptakan spektrum warna pun tetap terjaga. Mari bersama-sama menjaga alam ini dengan baik agar penerus kita dapat tetap menikmati keindahan alam di dunia ini!

Leave a Reply