Mempelajari Dahsyatnya Sedekah dari Sifat Dermawan Nabi Sulaiman

Bersedekah merupakan salah satu perbuatan yang disukai oleh Allah Swt. Terlebih jika sedekah tersebut dilakukan dengan sembunyi-sembunyi dan tidak diperlihatkan kepada orang lain.

Cara sedekah yang benar adalah memberikan dengan tulus, ikhlas, dan hanya mengharapkan rida dari Allah semata. Sebuah pemberian yang dilakukan tanpa ada tujuan apa pun dalam hal duniawi. Begitulah gambaran sedekah yang dilakukan sebagai bentuk kedermawanan Nabi Sulaiman.

Nabi Sulaiman merupakan salah satu nabi Allah yang terkenal bersifat dermawan. Oleh karena itu, Nabi Sulaiman sering kali memberi sedekah dan beliau tidak hanya bersedekah kepada manusia saja, binatang pun menjadi salah satu prioritas utamanya dalam memberikan sedekah, perhatian, dan kasih sayang tulus.

Sifat Dermawan Nabi Sulaiman yang Patut Diteladani

Selain selalu memberi dengan ikhlas, Nabi Sulaiman juga merupakan nabi yang pandai bersyukur kepada Allah. Segala nikmat yang diberikan oleh Allah selalu beliau berikan kepada orang yang membutuhkan. Sedekahnya pun dilakukan secara bijaksana, tanpa diketahui, dan tidak mengharapkan pujian dari orang lain.

Sifat dermawan Nabi Sulaiman ini sangat patut untuk diteladani dan diterapkan dalam kehidupan kita. Tahukah kalian? Ternyata sedekah yang kita berikan kepada orang lain akan memberi kita umur yang panjang dan dapat melindungi diri kita agar selalu selamat dalam menjalani kehidupan, lho!

Allah juga memberikan Nabi Sulaiman mukjizat berupa dapat memahami kata-kata dan berbicara dengan binatang, jin, dan angin. Oleh karena itu, beliau dapat memahami kebutuhan dari binatang dan makhluk hidup yang ada di sekitarnya.

Berikut kisah Nabi Sulaiman tentang bersedekah untuk kita jadikan panutan dalam kehidupan sehari-hari:

1. Nabi Sulaiman dan Ikan Paus

nabi sulaiman

Gambar oleh 272447 dari Pixabay

Perlu diketahui, mukjizat yang Allah berikan kepada Nabi Sulaiman sangatlah luar biasa. Tidak hanya bisa berbicara dan mengerti bahasa binatang, beliau pun dapat berbicara dengan angin dan jin.

Mukjizat-mukjizat yang dimiliki oleh Nabi Sulaiman ini berkaitan dengan kisah pertama yaitu  kisah Nabi Sulaiman bersama ikan paus. Suatu ketika, Nabi Sulaiman menyampaikan keinginan beliau kepada Allah untuk melakukan sedekah kepada seluruh mahluk hidup dalam waktu satu tahun.  Beliau memanjatkan doa dan memohon kepada Allah agar dapat mengabulkan keinginannya tersebut.

Kemudian Allah menjawab bahwa beliau tidak akan sanggup untuk memberi sedekah kepada seluruh mahluk hidup selama satu tahun. Setelah mendengar jawaban dari Allah tersebut, beliau pun memohon kembali pada Allah untuk dapat memberikan sedekah kepada seluruh makhluk dalam waktu satu hari saja. Allah pun mengizinkan permintaan Nabi Sulaiman.

Setelah mendapatkan izin dari Allah, beliau pun mulai memanggil seluruh pengikutnya baik dari golongan jin dan manusia untuk mengumpulkan makanan dalam waktu 40 hari. Jika sudah terkumpul, makanan-makanan tersebut akan diberikan kepada seluruh makhluk hidup dalam satu hari.

Makanan yang telah didapatkan, dikumpulkan dan disusun dengan rapi di padang rumput yang sangat luas. Hari demi hari terlewati dan akhirnya makanan yang telah dikumpulkan tersebut pun menggunung. Allah pun bertanya kepada Nabi Sulaiman, “Siapakah yang pertama kali akan mendapatkan makanan?” Nabi Sulaiman pun menjawab, “Makhluk hidup yang mendapatkan makanan terlebih dahulu adalah mahluk hidup yang berada di darat dan laut.”

Setelah mendengar jawaban dari Nabi Sulaiman, Allah pun memerintahkan seekor ikan paus untuk memenuhi undangan Nabi Sulaiman. Ikan paus pun mamatuhi perintah Allah dan datang ke perjamuan makan yang disediakan Nabi Sulaiman.

Sesampainya ikan paus di perjamuan Nabi Sulaiman, ikan paus langsung meminta izin kepada Nabi Sulaiman dengan berkata, “Allah memerintahkan ikan paus datang ke perjamuan ini untuk mendapatkan rezeki dari Allah melalui Nabi Sulaiman.” Mendengar hal tersebut, Nabi Sulaiman pun langsung mempersilakan ikan paus untuk makan makanan yang telah tersedia.

Tak disangka, ikan paus tersebut langsung memakan seluruh makanan yang telah dikumpulkan dalam satu kali lahap saja. Dalam sekejap, makanan menggunung itu pun hilang dari pandangan mata. Nabi Sulaiman dan seluruh pengikutnya terkejut melihat kejadian itu.

Meskipun telah menghabiskan makanan yang banyak, ikan paus berkata bahwa ia masih lapar. Mendengar permintaan ikan paus tersebut, beliau pun tidak kuasa untuk menjawabnya. Nabi Sulaiman pun langsung bersujud dan memohon ampunan kepada Allah.

Setelah menyimak kisah tersebut, kita dapat mengetahui bahwa semua pencapaian yang diberikan oleh Allah haruslah kita syukuri dengan baik walaupun tidak benar-benar sesuai dengan yang diinginkan.  Percayalah rezeki pasti datang kepada setiap makhluk hidup yang benar-benar membutuhkan dengan cara yang tidak terduga.

 

2. Nabi Sulaiman dan Merpati

Kisah selanjutnya yang dapat kita teladani adalah kisah Nabi Sulaiman dan burung merpati. Pada zaman kerajaan Nabi Sulaiman, hiduplah seorang laki-laki yang memiliki pohon besar di samping rumahnya. Di pohon tersebut, terdapat sarang burung merpati dan anak-anaknya.

Istri laki-laki tersebut pun meminta sang suami memanjat pohon yang besar tersebut untuk mengambil burung merpati yang berada di atas pohon dan menjadikannya makanan untuk anak-anak mereka. Kemudian, laki-laki itu memanjat pohon untuk mengabulkan permintaan istrinya.

Setelah kejadian tersebut, induk merpati pun menghadap ke Nabi Sulaiman dan menceritakan kejadian yang telah dialaminya. Nabi Sulaiman pun memanggil laki-laki tersebut ke istana dan memintanya untuk bertobat kepada Allah. Atas perintah Nabi Sulaiman, laki-laki tersebut pun berjanji untuk bertobat dan tidak akan mengulangi perbuatannya lagi.

Pada suatu hari, istri laki-laki kembali meminta suaminya untuk mengambil anak-anak burung merpati yang akan dijadikan makanan bagi anak-anaknya. Laki-laki itu pun menjawab bahwa ia telah berjanji kepada Nabi Sulaiman tidak akan pernah mengulangi perbuatannya lagi.

Istri laki-laki tersebut menjawab kepada suaminya. Dia berkata, “Apakah nabi Sulaiman akan mempedulikan suamiku dan burung merpati karena selama ini Nabi Sulaiman selalu sibuk dengan kerajaannya.” Karena istri menjawab seperti itu, laki-laki itu pun memutuskan untuk menuruti permintaan istrinya dan memanjat pohon lagi untuk mengambil anak merpati.

Induk merpati pun kembali menghadap ke Nabi Sulaiman dan mengadukan hal yang telah menimpanya. Mendengar hal tersebut, Nabi Sulaiman pun marah. Kemudian, Nabi Sulaiman pun memanggil setan dari ujung barat dan ujung timur untuk menjaga pohon besar tersebut.

Baca: nama 25 nabi dan rasul secara berurutan

Beberapa hari kemudian, laki-laki tersebut mengulangi perbuatannya lagi untuk mengambil anak burung merpati. Namun, kali ini ketika ia berusaha untuk mengambil anak burung merpati, ia pasti terjatuh dari pohon tersebut dan tak pernah berhasil mengambilnya karena telah dijaga oleh kedua setan yang diutus oleh Nabi Sulaiman

Suatu hari, anak merpati bertambah jumlahnya dan membuat lelaki tersebut mencoba untuk memanjat pohon tersebut lagi. Kemudian, seorang pengemis datang ke rumahnya. Ia meminta istri lelaki untuk memberikannya makanan. Namun, istrinya berkata tidak memiliki apa-apa.

Laki-laki tersebut bergegas turun dari pohon dan mengambil segenggam makanan untuk pengemis tanpa berkata-kata. Setelah memberikan makanan kepada pengemis tersebut, ia kembali lagi berusaha memanjat pohon untuk mengambil anak burung merpati.

Induk merpati kembali mengadu kepada Nabi Sulaiman dan beliau murka kepada dua setan yang menjaga pohon tersebut. Namun, setan pun menjawab bahwa mereka tidak meninggalkan pohon tersebut sesuai yang telah diperintahkan Nabi Sulaiman kepada mereka, lalu bercerita bahwa ketika laki-laki tersebut memanjat, tiba-tiba ada pengemis datang dan ia pun langsung turun kembali dari pohon untuk memberikan segenggam makanan kepada pengemis.

Ketika lelaki tersebut memanjat lagi dan kedua setan sudah siap untuk meraih kakinya agar tidak mengambil anak burung merpati. Pada saat itu, Allah tiba-tiba mengutus dua malaikat, kedua malaikat tersebut menghadapi setan-setan yang sedang menjaga pohon, salah satunya dilempar menuju ke arah terbit matahari dan setan lainnya dilemparkan ke arah matahari terbenam.

Nabi Sulaiman pun mengerti bahwa itu adalah kehendak Allah untuk membantu laki-laki yang telah bersedekah walaupun hanya memberikan segenggam makanan kepada pengemis.

Dari kisah tersebut kita dapat mempelajari bahwa bersedekah dalam bentuk sekecil apa pun akan memperoleh balasan dari Allah yang begitu besar dan dapat menyelamatkan kita dari berbagai bahaya.

 

Tujuh Keistimewaan Bersedekah

1. Menyucikan Diri

nabi sulaiman

Gambar oleh masintos dari Pixabay

Allah akan mengampuni dosa-dosa kita dengan bersedekah, dengan melakukan hal tersebut berbagai dosa yang telah kita perbuat akan dihapuskan dan membuat diri kita suci kembali.

 

2. Mendapat Pahala yang Berlipat Ganda

nabi sulaiman

Gambar oleh moerschy dari Pixabay

Sedekah merupakan perbuatan yang mulia, siapa pun yang melakukan sedekah akan sangat dihargai oleh Allah. Bahkan, Allah akan memberikan pahala dan balasan berlipat ganda bagi yang tulus dan ikhlas melaksanakannya.

 

3. Terhindar dari Bahaya

nabi sulaiman

Gambar oleh WikimediaImages dari Pixabay

Sedekah akan membuat diri kita terhindar dari berbagai bahaya yang dapat menghampiri diri kita. Hal ini sesuai dengan hadis dari Rasulullah yang menyebutkan bahwa sedekah dapat menutup 70 pintu kejahatan.

 

4. Membuat Hati Tenang

nabi sulaiman

Gambar oleh bertvthul dari Pixabay

Percayalah dengan melaksanakan sedekah, hati akan menjadi tenang dan setelahnya rasa senang akan datang. Kalian akan merasa lebih lapang dan terlepas dari semua beban hidup yang berat.

 

5. Jaminan Hari Akhir

nabi sulaiman

Gambar oleh SplitShire dari Pixabay

Memberikan sedekah kepada orang yang membutuhkan akan membuat kita mendapatkan jaminan naungan di hari akhir. Hal ini dapat terjadi jika kita melakukan sedekah dengan ikhlas, tulus, dan hanya mengharapkan rida dari Allah semata.

 

6. Terhindar dari Siksa Kubur

nabi sulaiman

Gambar oleh Bessi dari Pixabay

Pada saat di alam kubur, sedekah yang biasa kita lakukan di dunia dapat menyelamatkan kita dari siksa kubur. Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah, beliau bersabda bahwa sedekah bisa memadamkan api dan siksa dalam kubur.

 

7. Memanjangkan Umur

nabi sulaiman

Gambar oleh Brin Weins dari Pixabay

Sedekah yang kita lakukan dapat memperpanjang umur kita, hal ini karena kualitas hidup menjadi lebih baik, hati menjadi tenang, tenteram, dan bahagia.

 

Dari berbagai kisah Nabi Sulaiman di atas, dapat diambil kesimpulan bahwa sedekah itu memang memberikan dampak yang tak terduga dari Allah untuk hidup kita. Dengan bersedekah kita telah memberi bukti kecintaan kita kepada Allah. Terlebih apabila kita dikaruniai harta berlebih, sebaiknya kita gunakan untuk menyisihkan sebagian harta kita untuk orang yang lebih membutuhkan.  Bersedekah tidak harus banyak, sedikit pun asal kita ikhlas dan tulus mengharapkan rida Allah semata, kita akan merasakan nikmat dari Allah apalagi di masa pandemi ini. Yuk, mulai berbahagia bersama dengan orang yang lebih membutuhkan!

Leave a Reply